BERITA TERBARU
Selasa, 06 Feb 2018 22:57 WIB

Tata Ulang Spektrum 2,1 GHz Baru Rampung 32,7%

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Proses refarming atau penataan ulang di pita frekuensi 2,1 GHz yang ditempati oleh Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, dan Hutchison 3 Indonesia, baru akan selesai pada April 2018.

Saat ini, proses penataan ulang sudah memasuki minggu ke-12, dimana Indosat jadi operator pertama yang melaksanakan penataan ulang di wilayah Kalimantan Tengah dan Kepulauan Bangka Belitung, waktu itu.

Bila dipersentasekan, proses refarming keseluruhan sekarang sudah mencapai 32,7%. Kementerian Komunikasi dan Informatika masih mengejar penataan ulang yang diperkirakan tersisa 11 minggu lagi.

Secara total, penataan ulang ini terbagi dalam 42 cluster (wilayah) yang rencananya diselesaikan dalam waktu 156 hari kalender. Dalam proses tersebut akan dilakukan 159 kali proses perpindahan blok oleh 3 operator yang melibatkan jumlah site lebih dari 8.000 BTS.

Seperti dikutip pernyataan dari Kominfo, tujuan dilakukannya refarming frekuensi 2,1 GHz ini agar diperoleh tingkat pemanfaatan spektrum yang paling utama, yakni dengan membuat penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous) untuk setiap penyelenggaraan jaringan bergerak seluler.

"Yang pada akhirnya akan memberikan solusi terbaik mengatasi network congestion, sehingga masyarakat pengguna layanan seluler dapat menikmati kualitas yang lebih baik," tulis keterangan Kominfo, Selasa (6/2/2018).

Proses refarming ini dilatarbelakangi oleh kesepakatan bersama antara pemerintah dengan operator yang menghuni di frekuensi 2,1 GHZ pada November 2016, usai diumumkannya pemenang seleksi blok kosong. Hutchison 3 Indonesia dan Indosat Ooredoo ditetapkan sebagai pemenang seleksi untuk mengisi blok 11 dan blok 12 di pita frekuensi 2,1 GHz.

Selama pelaksanaan refarming ini ditemui beberapa kendala di lapangan, misalnya Base Transveicer Station (BTS) mengalami down ketika dilakukan refarming sampai persoalan data administrasi network element yang mismatch.

Namun, persolan di atas dapat teratasi berkat kolaborasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah dengan para penyelenggara pita 2,1 GHz.

Peran Pemerintah melalui Direktorat Penataan Sumber Daya, Direktorat Pengendalian SDPPI, dan UPT Bidang Monitor Spektrum Frekuensi Radio seluruh Indonesia adalah memastikan blok-blok frekuensi yang akan diduduki oleh pengguna pita 2,1 GHz bersih dari gangguan dan siap untuk digunakan. (agt/rou)
Foto: Rachman Haryanto
Foto: dok. XL
Foto: Rachman Haryanto
Foto: Rachman Haryanto
Foto: Rachman Haryanto
Foto: Rachman Haryanto
Foto: Rachman Haryanto
Foto: Rachman Haryanto

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed