Menata Ulang Frekuensi 2,1 GHz Pasca Seleksi

Kolom Telematika

Menata Ulang Frekuensi 2,1 GHz Pasca Seleksi

Penulis: Muhammad Imam Nashiruddin - detikInet
Minggu, 26 Nov 2017 21:56 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Sebagaimana diketahui bersama bahwa pada 1 November 2017, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah menetapkan pemenang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,1 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler.

Berikutnya, spektrum frekuensi pada pita 2,1 GHz tersebut akan ditata ulang sesuai dengan Keputusan Menkominfo Nomor 1998 Tahun 2017. Penataan ulang spektrum frekuensi 2,1 GHz ini akan dimulai tengah malam 21 November 2017 dan ditargetkan selesai 25 April 2018 dengan melibatkan tiga operator seluler; Indosat, Telkomsel dan XL.

Penataan ulang ini diperlukan karena penetapan pita frekuensi radio pada rentang 2,1 GHz tersebut berada pada kondisi yang tidak berdampingan dengan pita frekuensi radio yang telah ditetapkan sebelumnya.

Hal ini sangat diperlukan untuk mendorong efisiensi dan optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi radio, sehingga diperoleh penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous) untuk setiap penyelenggara jaringan bergerak seluler pengguna pita frekuensi radio 2,1 GHz.

Dengan pita frekuensi radio yang berdampingan, maka akan memberikan keuntungan yang maksimal bagi semua operator dalam menggelar jaringan seluler dan dampak yang dirasakan masyarakat berupa kecepatan dan kualitas akses mobile broadband yang relatif jauh lebih baik.

Sebelumnya, melalui Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2017 Tanggal 6 Juni 2017, regulator telah memberikan keleluasaan kepada semua operator. Dalam aturan ini, operator diperbolehkan menggunakan pita frekuensi 2,1 GHz yang tadinya hanya untuk teknologi 3G menjadi teknologi netral dimana penyelenggara jaringan bergerak seluler diberikan kebebasan untuk memilih teknologi dalam mengoperasikan jaringannya.

Berdasarkan pengamatan terhadap operator yang memiliki spektrum frekuensi 2,1 GHz (Telkomsel, XL, Indosat dan H3I), umumnya mereka sudah mulai menggelar jaringan 4G menggunakan frekuensi 2,1 GHz.

Mengapa? Karena dibandingkan 3G, teknologi 4G lebih efisien untuk menggelar jaringan data/mobile internet yang trafiknya terus meningkat dengan sangat cepat. Hal ini menambah pentingnya bagi operator untuk memiliki pita spektrum frekuensi yang berdampingan (contigous).

Tahapan Penataan Ulang

Penataan ulang pita frekuensi radio 2,1 GHz dilaksanakan dengan melakukan pengaturan ulang penggunaan pita frekuensi radio secara bertahap di suatu wilayah layanan tertentu (cluster) dengan memperhatikan kondisi penggunaan setiap blok pita frekuensi radio pada cluster tersebut sebagaimana dijelaskan pada gambar di bawah ini.

Menata Ulang Frekuensi 2,1 GHz Pasca SeleksiFoto: Menata Ulang Frekuensi 2,1 GHz


Tahapan penataan ulang pita frekuensi 2.1 GHz d iatas dilaksanakan bertahap secara nasional dan dibagi dalam 42 wilayah layanan tertentu (cluster) dengan ketentuan sebagai berikut:

Tahap 1 dilaksanakan dengan cara Indosat (ISAT) melakukan pengaturan ulang untuk seluruh Network Element yang dapat dikendalikan dari OSS (Operational Support System), yakni Base Station, RNC (Radio Network Controller), dan IBS (In Building System), dari yang semula menggunakan Blok 6 dan Blok 7 diubah ke Blok 11 dan Blok 12.

Selain itu, ISAT juga harus memastikan semua penguat sinyal (repeater) miliknya yang berada di cluster dimaksud telah dihentikan operasionalnya dari Blok 6 dan Blok 7 paling lama sampai dengan diselesaikannya proses pengaturan ulang (re-tuning) yang dijalankan dari OSS untuk cluster tersebut. Repeater milik ISAT dapat langsung menggunakan Blok 11 dan Blok 12.

Tahap 2 dilaksanakan setelah dipastikan Tahap 1 berjalan dengan lancar. Tahap 2 dilaksanakan yakni dengan cara:

a. Telkomsel (TSEL) melakukan pengaturan ulang untuk seluruh Network Element yang dapat dikendalikan dari OSS, yakni Base Station, RNC, dan IBS, dari yang semula menggunakan Blok 3 diubah ke Blok 6.

Selain itu, TSEL juga harus memastikan semua repeater miliknya yang berada di cluster dimaksud telah dihentikan operasionalnya dari Blok 3 paling lama sampai dengan diselesaikannya proses pengaturan ulang yang dijalankan dari OSS untuk cluster tersebut. Repeater milik TSEL dapat langsung menggunakan Blok 6; dan

b. XL melakukan pengaturan ulang untuk seluruh Network Element yang dapat dikendalikan dari OSS, yakni Base Station, RNC, dan IBS, dari yang semula menggunakan Blok 10 diubah ke Blok 7.

Selain itu, XL juga harus memastikan semua repeater miliknya yang berada di cluster dimaksud telah dihentikan operasionalnya dari Blok 10 paling lama sampai dengan diselesaikannya proses pengaturan ulang yang dijalankan dari OSS untuk cluster tersebut. Repeater milik XL dapat langsung menggunakan Blok 7.

Penutup

Secara keseluruhan, penataan ulang frekuensi atau biasa disebut dengan refarming ini merupakan hal yang umum. Hal ini juga biasa dilakukan oleh regulator untuk menata penggunaan spektrum frekuensi radio agar efisien dan optimal dalam penggelaran jaringan serta tentunya memberikan manfaat yang lebih besar untuk masyarakat luas.

Misalnya saja pada tahun 2015 dilakukan penataan ulang spektrum frekuensi 1800 MHz untuk mendukung penggelaran jaringan 4G yang hasilnya bisa dinikmati masyarakat hingga saat ini.

Selama ini Operator seluler juga sudah berpengalaman dengan sangat baik dan selalu sukses dalam pelaksanaan refarming. Dibandingkan dengan tahun 2015, refarming kali ini lebih sederhana dan risiko yang lebih kecil karena ada blok yang kosong.

Meskipun demikian, untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, regulator dan seluruh operator telah mempersiapkan berbagai hal terkait hal ini sejak akhir tahun lalu. Termasuk mekanisme kembali ke konfigurasi awal (fall back) apabila refarming gagal dilakukan, dan lain sebagainya.

Semoga semuanya berjalan dengan lancar sesuai rencana dan tentunya mampu memberikan layanan yang lebih baik lagi untuk masyarakat.

*) Penulis adalah Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Periode 2015-2018. Anggota Tim Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,1 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2017. Dapat dihubungi melalui email: imam@brti.or.id. (rou/rou)