Selasa, 21 Nov 2017 23:59 WIB

Geser-geser Frekuensi 2,1 GHz Start Malam Ini, Indosat Duluan

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: dok. XL Foto: dok. XL
Jakarta - Spektrum frekuensi 2,1 GHz milik tiga operator seluler Indosat Ooredoo, Telkomsel, dan XL Axiata mulai ditata ulang sejak tengah malam ini, pasca Indosat dan Hutchison 3 Indonesia ditetapkan sebagai pemenang tender di spektrum tersebut.

Menurut Muhammad Imam Nashiruddin, Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), penataan ulang ini diperlukan karena penetapan kanal pada rentang 2,1 GHz tersebut berada pada kondisi yang tidak berdampingan dengan pita frekuensi radio yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Hal ini sangat diperlukan untuk mendorong efisiensi dan optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi radio, sehingga diperoleh penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous) untuk setiap penyelenggara jaringan bergerak seluler pengguna pita frekuensi radio 2,1 GHz," ujarnya kepada detikINET, Selasa (21/11/2017).

Dijelaskan olehnya, dengan pita frekuensi radio yang berdampingan, maka akan memberikan keuntungan yang maksimal bagi semua operator dalam menggelar jaringan seluler. Dampaknya, masyarakat akan merasakan kecepatan dan kualitas akses mobile broadband yang relatif jauh lebih baik.

Payung hukum pelaksanaan tata ulang ini adalah Keputusan Menkominfo No. 1998/2017 tentang Penataan Ulang Pita Frekuensi Radio 2.1 GHz dan Keputusan Dirjen SDPPI Nomor 376/DIRJEN/2017 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penataan Ulang Pita Frekuensi Radio 2.1 GHz. Kedua payung hukum tersebut baru ditetapkan pada 20 November 2017.

Merujuk pada kedua payung hukum tersebut di atas, penataan ulang pita frekuensi radio 2.1 GHz dilaksanakan dengan cara melakukan pengaturan ulang (retuning) penggunaan pita frekuensi radio di suatu wilayah layanan tertentu (cluster) melalui dua tahapan.

Tahap 1 dilaksanakan dengan cara Indosat melakukan re-tuning untuk seluruh Network Element yang semula menggunakan Blok 6 dan Blok 7 diubah ke Blok 11 dan Blok 12. Kemudian dilanjutkan oleh Tahap 2 setelah dipastikan Tahap 1 berjalan dengan lancar.

Tahap 2 dilaksanakan yakni dengan cara Telkomsel melakukan re-tuning untuk seluruh Network Element yang semula menggunakan Blok 3 diubah ke Blok 6 dan XL melakukan retuning untuk seluruh Network Element dari yang semula menggunakan Blok 10 diubah ke Blok 7.

Penataan ulang pita frekuensi radio 2.1 GHz resmi dimulai pada Selasa, 21 November 2017 dan dilaksanakan paling lama sampai dengan Rabu, 25 April 2018.

Detail Proses Retuning

Proses retuning dimulai oleh Indosat di dua cluster yaitu cluster Kalimantan Tengah dan Kepulauan Bangka Belitung secara bersamaan pada 21 November 2017, tepatnya mulai pukul 23.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB keesokan harinya.

Sampai dengan pukul 18.00 WIB pada 22 November 2017 di kedua cluster tersebut Indosat akan melakukan pemantauan kinerja jaringan. Apabila kondisi kinerja jaringan di kedua cluster tersebut tidak mengalami penuruan kinerja yang signifikan melebihi batasan yang telah ditentukan maka proses retuning Tahap 1 yang dilakukan oleh Indosat dinyatakan selesai.

Selanjutnya Telkomsel dan XL melakukan retuning Tahap 2 sesuai jadwal yang telah ditentukan. Setelah Telkomsel dan XL menyelesaikan retuning Tahap 2, proses penataan ulang pita frekuensi radio 2.1 GHz untuk kedua cluster tersebut dapat dinyatakan selesai.

Setelah 42 cluster di seluruh Indonesia selesai dilakukan retuning oleh Indosat, Telkomsel dan XL, selanjutkan akan diterbitkan Keputusan Menkominfo yang menetapkan hasil penataan ulang ini untuk kemudian diikuti dengan pembayaran biaya Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR) Tahunan untuk Tahun Pertama oleh Hutchison 3 dan Indosat agar dapat menggunakan Blok 3 dan Blok 10 yang telah dikosongkan pada Tahap 2 di setiap cluster.

(rou/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed