Rabu, 18 Okt 2017 20:44 WIB

Frekuensi 2,3 GHz Laku Rp 1 Triliun, Negara Untung Banyak

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: dok. Telkomsel Foto: dok. Telkomsel
Jakarta - Telkomsel harus merogoh kocek Rp 1 triliun lebih untuk bisa memenangkan blok kosong selebar 30 MHz di pita frekuensi 2,3 GHz. Dalam situasi ini, negara dinilai untung banyak.

Pasalnya, harga penawaran yang dibuka oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika semula hanya Rp 366 miliar, sedangkan Telkomsel menawarnya lebih mahal Rp 636 miliar.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun merasa puas akan lelang frekuensi 2,3 GHz ini. Sebab, Telkomsel menawarnya lebih mahal dua kali lipat dari harga dasar yang ditetapkan dalam dokumen tata cara lelang frekuensi.

Dalam kondisi ini, menurut Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), sudah selayaknya negara mendapatkan tambahan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari lelang frekuensi radio tersebut.

Selain merupakan sumber daya terbatas, frekuensi radio yang dilelang pemerintah saat ini merupakan asset negara yang terakhir yang bisa ditawarkan untuk saat ini.

"Saya berharap untuk lelang frekuensi radio di 2,1 Ghz juga bisa memberikan tambahan PNBP yang signifikan bagi negara. Sebab, saat ini negara tengah membutuhkan tambahan pendapatan. Sehingga, Kominfo harus bisa memastikan harga lelang 2,1 Ghz tidak akan jauh berbeda dengan 2,3 Ghz agar pendapatan negara dari lelang frekuensi radio menjadi maksimal," tutur Yustinus dalam keterangannya, Rabu (18/10/2017).

Sementara Agus Prabowo, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengatakan, prinsip utama dalam lelang frekuensi harus transparan dan memberikan best value for money bagi negara. Sehingga pada lelang kali ini unsur transparan dan memberikan best value for money bagi negara sudah tercapai.

Telkomsel yang keluar sebagai pemenang lelang frekuensi 2,3 GHz, bisa dipastikan akan memberikan tambahan Rp 3,021 triliun (2x up front fee + 1x spectrum fee) untuk PNBP dari sektor telekomunikasi.

Yustinus melanjutkan, frekuensi 2,3 GHz yang baru dilelang oleh pemerintah ini akan dikelola dengan baik oleh Telkomsel. Jika frekuensi radio ini dikelola dengan baik oleh operator telekomunikasi, diharapkan bisa memperluas layanan telekomunikasi kepada masyarakat hingga pelosok negeri.

Dengan meningkatnya pelayanan kepada masyarakat diharapkan akan mendongkrak revenue Telkomsel. Ketika pendapatan Telkomsel meningkat, dipastikan negara juga akan mendapatkan manfaat dari pajak penghasilan badan dan deviden.

"Selama ini Telkomsel merupakan perusahaan telekomunikasi satu-satunya yang membayarkan pajak badan dan deviden kepada negara. Jadi, sudah selayaknya Telkomsel yang merupakan anak usaha dari PT Telkom mendapatkan frekuensi radio tersebut," tutup Yustinus. (rou/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed