Rabu, 12 Apr 2017 21:21 WIB

Tri Yakin Menang Lelang Frekuensi 2,1 GHz

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Lelang frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz belum juga dibuka oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Meski demikian, Hutchison 3 Indonesia (Tri) sudah berani optimistis akan memenangi lelang frekuensi tersebut.

Hal tersebut diungkap Head of Brand Communication Tri Indonesia Fahroni Arifin. Ia mengatakan pihaknya punya peluang memenangi frekuensi di 2,1 GHz jika mengacu apa yang disampaikan Menkominfo Rudiantara.

"Bila mengacu omongan Pak Menteri yang akan memberikan pada operator yang membutuhkan. Tri tentu optimistis," kata Fahroni saat berbincang usai acara kerjasama Tri dan Moviebay di Jakarta, Rabu (12/4/2017).

Dia pun memaparkan apa yang membuat Tri layak mendapatkan salah satu blok di frekuensi 2,1 GHz atau 2,3 GHz. Pertama pihaknya telah berinvestasi besar untuk menghadirkan layanan broadband di tanah air. Hal ini dirasa sesuai dengan program pemerintah yang ingin menyelimuti Indonesia dengan internet cepat.

"Kami baru saja menggeber 4G LTE di 227 kota dan kabupaten," ujar Fahroni.

Selanjutnya jumlah pengguna. Tri saat ini memiliki pengguna aktif mencapai 56,8 juta. Dengan frekuensi yang ada sekarang, dirasa tidak mencukupi untuk meningkatkan layanannya ke depannya.

"Saat ini masih cukup, tapi kedepannya seiring meningkatnya konsumsi data pengguna dikhawatirkan tidak cukup. Ditakutkan kualitas layanan jadi menurun padahal itu yang utama," papar Fahroni.

Untuk diketahui total spektrum yang ditempati Tri saat ini hanya 20 MHz, yakni 10 MHz di 1.800 MHz dan 10 MHz lainnya di 2,1 GHz. Praktis, hanya 5 MHz saja yang bisa dimaksimalkan operator ini saat ekspansi 4G. Karena sisanya, masih digunakan untuk melayani 2G dan 3G.

Pemerintah sendiri akan melelang frekuensi 2,3 GHz sebanyak 15 MHz dari sisa kosong sebanyak 30 MHz. Sedangkan untuk 2,1 GHz akan dilelang sebanyak dua blok, masing-masing 5 MHz.

Dalam setiap kesempatan Menkominfo Rudiantara selalu menegaskan bahwa lelang blok kosong di pita frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz adalah guna memberi kapasitas tambahan kepada operator seluler yang mengalami kepadatan trafik.

Rancangan Peraturan Menteri (RPM) terkait seleksi pengguna pita frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz sedang diuji publik. RPM tersebut nanti disahkan menjadi Peraturan Menteri (Permen).

Rudiantara mengatakan bahwa tandatangan aturan tersebut sebagai bentuk pengesahan dari RPM menjadi Permen, dilakukan setelah usai dilakukan uji publik dan memerhatikan masukan ke pemerintah. (afr/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed