Tri Belum Mau Lirik 4,5G, Kenapa?

Tri Belum Mau Lirik 4,5G, Kenapa?

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 24 Jan 2017 17:46 WIB
Foto: adi/detikcom
Jakarta - Sejumlah operator telekomunikasi di Tanah Air mulai mengadopsi teknologi 4,5G. Tapi Tri memilih untuk fokus pada layanan 4G. Kenapa?

Presiden Direktur Tri Indonesia Randeep Singh Sekhon mengatakan belum melirik teknologi 4,5G. Sebab pihaknya ingin lebih fokus pada pengalaman pelanggan.

"Dari pada cuma demo, lebih baik kami menghadirkan layanan broadband yang kencang dan murah," katanya di acara peluncuran program Isi Ulang Enjoy di Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Di tempat yang sama, Wakil Presiden Direktur Tri Indonesia Danny Buldansyah mengatakan secara frekuensi pihaknya belum bisa menggelar 4,5G. Dikarenakan frekuensi yang ada tidak cukup.

"4,5G butuh 20 MHz, di 1,8GHz hanya ada 10 MHz. Bisa pakai carrier aggregation, tapi akan mengorbankan pelanggan 3G kami," kata Danny.

"Saat ini juga belum banyak perangkat yang mendukung, jadi percuma menggelar," imbuhnya.

Seperti diketahui pesta olahraga Asian Games yang bakal digelar di Jakarta dan Palembang diharapkan pemerintah dapat jadi ajang memamerkan kemampuan teknologi 4,5G di Indonesia.

Untuk itu Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo dan Smartfren muai mendemokan teknologi 4,5G. Ketiga operator besar mengadopsi teknologi 4T4R MIMO. Sementara Smartfren menggunakan teknologi Massive MIMO. (afr/fyk)