Ekspor ke 60 Negara, Voksel Genjot Produksi Kabel

Ekspor ke 60 Negara, Voksel Genjot Produksi Kabel

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Rabu, 26 Okt 2016 09:17 WIB
Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Indonesia membutuhkan pembangunan jaringan telekomunikasi fiber optic untuk 5,4 juta homepass setiap tahunnya. Sementara dalam 15 tahun ke depan, investasi penyediaan tenaga listrik di Indonesia diperkirakan sekitar USD 154 miliar.

Berangkat dari kebutuhan itu, PT Voksel Electric Tbk sebagai pabrikan utama kabel power dan telekomunikasi terus menggenjot kapasitas produksi. Untuk kabel power aluminium sekitar 6,000 ton per bulan, power cable – copper 2,000 ton per bulan. Sedangkan kabel fiber optik, Voksel mampu menyerap pemakaian fiber core sebanyak 150.000 sckm per bulan.

Saat ini segmentasi pasar power kabel Voksel terbesar adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN), beberapa perusahaan BUMN dan kontraktor swasta baik lokal maupun internasional. Sedangkan di pasar ritel, Voksel menguasai sekitar 30%-40%.

Selain pasar dalam negeri, Voksel juga membidik pasar ekspor. Volume power cable yang di ekspor pernah mencapai 40% dari total penjualan dalam beberapa tahun terakhir.

Total ada 60 tujuan ekspor, seperti Brunei, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Srilanka, Myanmar, Hong Kong, India, Bangladesh, Jepang, Dubai, Abu Dhabi, Mauritius, Nigeria, Sudan dan Ethiopia. Untuk fiber optik, pasar terbesar Voksel adalah PT Telkom Indonesia yaitu 70%, dan non Telkom sebesar 30%.

Seiring peraturan pemerintah agar memenuhi kebutuhan industri listrik dalam negeri dengan penggunaan produksi dalam negeri secara optimal, kabel Voksel memperoleh sertifikat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari Kementrian Perindustrian.

"Konten lokal menjadi salah satu kekuatan kami terutama untuk produk konduktor yang berkaitan langsung dengan program 35.000 MW. Produk konduktor kami sudah mencapai TKDN 95%," ungkap David Lius, Presiden Direktur Voksel dalam keterangannya, Rabu (26/10/2016). (rou/rou)