Mau Telepon Rumah Tanpa Indihome? Ini Tanggapan Dirut Telkom

Mau Telepon Rumah Tanpa Indihome? Ini Tanggapan Dirut Telkom

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Jumat, 05 Feb 2016 18:28 WIB
Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga (Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor)
Jakarta - Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga angkat bicara soal kasus pelanggan yang ingin berhenti berlangganan Indihome namun masih ingin melanjutkan penggunaan telepon rumah saja.

Menurutnya, Indihome itu sudah satu paket layanan bundling telepon, internet, dan IPTV dimana kontrak berlangganan dan tagihannya hanya satu.

"One contract, one bill. Kalau berhenti berlangganan Indihome berarti ketiga layanan tersebut dicabut," ujarnya pada detikINET, Jumat (5/2/2016).

Kalau ada yang minta hanya jasa telepon rumah saja, menurutnya, pelanggan akan tetap dilayani layaknya pasang baru telepon. Namun, tak lagi mendapatkan bonus seperti telepon gratis.

"Tentunya benefit yang didapat tidak seperti pada layanan telepon dalam paket Indihome. Tidak mendapat benefit atau bonus free sekian menit call on-net lokal/SLJJ atau paket bonus lainnya," jelas Alex.

Ia juga menegaskan, hal ini tak ada hubungannya dengan implementasi FUP atau Fair Usage Policy. Karena menurutnya, FUP diterapkan untuk layanan internet indihome saja dengan tujuan untuk mengeliminir penyalahgunaan layanan internet Indihome.

"Misalnya, menjadi reseller/ISP/warnet ilegal. Pelanggan Indihome yang normal tidak akan terganggu dengan penerapan FUP tersebut," tegasnya.

Telkom sendiri telah menemui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) untuk menanggapi pertanyaan masyarakat mengenai pencabutan telepon rumah bila berhenti layanan Indihome.

Dalam pertemuan tersebut Telkom menjelaskan bahwa pada umumnya pelanggan Indihome dilayani dengan fiber optik untuk menjamin kecepatan dan kehandalan. Cara layanan telepon disalurkan dalam jaringan fiber adalah dengan melalui layanan data internet.

"Telepon rumah ini menggunakan voice over Internet. Jadi bila Indihome-nya di-stop, otomatis layanan teleponnya juga berhenti," jelas Dian Rachmawan, Direktur Consumer Telkom.

Hal itu terjadi karena Telkom telah melakukan migrasi sentral telepon digital ke Softswitch IMS alias IP Multimedia Subsystem.

Kata Dian, itu karena tren di seluruh dunia sudah bergeser, teknologi lama sudah diskontinyu dan tak lagi mendapatkan support.

"Apabila hanya satu play telephony, maka secara ekonomis menjadi lebih mahal ketimbang Triple Play," jelas Dian.

Namun demikian, menurutnya, Telkom akan mencari solusi kebutuhan masyarakat tertentu yang masih membutuhkan layanan telepon rumah semaksimal mungkin sepanjang jaringan tersedia.

"Jadi tidak tepat kalau ada yang bilang Telkom tidak melayani permintaan masyarakat atas teleponi dasar," tegas mantan bos Flexi ini.

Dian menilai, adanya permintaan untuk berhenti berlangganan Indihome namun tak mau telepon rumahnya dicabut karena ada kemungkinan pelanggan belum teredukasi.

"Mungkin pelanggan belum mendapatkan penjelasan yang komplet dan memadai tentang manfaat dan benefit layanan Triple Play. Kami akan memperbaiki cara menjual layanan Indihome ke pasar," pungkas Dian. (rou/rns)