4G LTE Berca Cuma Ada di Luar Jawa, Kenapa?

4G LTE Berca Cuma Ada di Luar Jawa, Kenapa?

M. Alif Goenawan - detikInet
Sabtu, 04 Jul 2015 11:14 WIB
Acara peluncuran Hinet (alif/detikINET)
Jakarta - Hinet, layanan internet berbasis teknologi 4G LTE resmi dirilis oleh Berca Hardayaperkasa. Namun layanan Broadband Wireless Access (BWA) itu hanya dapat dinikmati oleh masyarakat di luar Pulau Jawa. Kenapa?

Hal ini karena ketika lelang frekuensi di tahun 2009 silam, Berca hanya mendapat jatah frekuensi 2,3 GHz di wilayah, seperti di Sumatera Bagian Selatan dan Tengah, Kalimantan, Sulawesi Bagian Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara. Sedangkan Pulau Jawa menjadi wilayah First Media.

Ini artinya Berca tidak bisa menggelar jaringan 4G LTE-nya di Pulau Jawa. Begitu pun sebaliknya, First Media dengan produk Bolt-nya yang hanya bisa bermain di Pulau Jawa. Untuk penggunaan pita lebar, jaringan 4G LTE Berca sendiri punya jatah frekuensi yang cukup besar, yakni 30 MHz.

Meski tidak bisa menyajikan internet cepat untuk masyarakat di Pulau Jawa, namun hal ini tidak menjadi halangan bagi Berca. Malahan, ini menjadi strategi tersendiri bagi Berca, dimana pihaknya ingin menyediakan akses internet cepat di luar Pulau Jawa.

"Untuk sementara kami baru meluncurkan di tiga kota, yakni Bali, Makassar, dan Pekanbaru. Kami ingin masyarakat di luar Pulau Jawa bisa merasakan akses internet yang cepat, sehingga diharapkan bisa menumbuhkan perekonomian di Indonesia," ujar Karuna Murdaya, Director PT Central Cipta Murdaya di Holiday Inn Express, Kemayoran, Jakarta, Jumat (3/7/2015).

Agar jaringannya itu menyebar secara merata, Berca sedikitnya telah membangun total BTS sebanyak 400 buah di tiga kota tersebut dengan nilai investasi awal sebesar USD 150 juta. Berca menargetkan akan melakukan penambahan BTS sebanyak 120 hingga 130 BTS di masing-masing kota dengan target sampai akhir tahun.

Untuk urusan target cakupan wilayah, Karuna pun mengatakan jika pihaknya tidak ingin terlalu terburu-buru untuk memperluas jangkauan wilayah.

"Di luar tiga kota tadi, kami punya target 12 kota. Tapi daripada masuk semua kota sekaligus dengan kualitas yang tidak memuaskan, kami coba untuk menguasai lapangan, beberapa kota dulu baru melakukan ekspansi," papar Karuna.

Sementara itu, COO Berca Hardayaperkasa, Linggajaya Budiman menambahkan, jika ia ingin agar apa yang mereka bangun bisa bermanfaat bagi masyarakat di kawasan tersebut. "Memang yang kami sasar adalah Ibukota provinsi, dimana kami melihay banyak sekali kebutuhan data di sana," pungkas Linggajaya.

(asj/asj)