Senin, 06 Apr 2015 07:36 WIB

Internet Indonesia Bakal Makin Ngebut di 2017

- detikInet
Jakarta - Akses internet di indonesia dipastikan akan semakin ngebut di 2017 dengan tambahan kapasitas 20 terabit per detik (Tbps) setelah rampungnya pembangunan kabel optik bawah laut yang terhubung langsung ke Amerika Serikat.

Demikian dipastikan Telkom selaku pemimpin konsorsium sistem komunikasi kabel bawah laut Southeast Asia-United States (SEA-US).

BUMN telekomunikasi ini telah memulai pembangunan proyek infrastruktur yang langsung menghubungkan Indonesia ke Amerika Serikat itu melalui anak usahanya, Telekomunikasi Indonesia International (Telin).

Proyek pembangunan kabel yang dilaksanakan oleh NEC Corporation dan NEC Corporation of America dengan nilai investasi mencapai USD 250 juta ini diperkirakan selesai pada kuartal keempat 2016 mendatang.

Selain Telin, konsorsium SEA-US terdiri dari Globe Telecom, RAM Telecom International (RTI), Hawaiian Telcom, Teleguam Holdings (GTA), GTI Corporation (anggota dari grup Globe Telecom), dan Telkom USA.

Direktur Utama Telin, Syarif Syarial Ahmad menjelaskan, pembangunan sistem komunikasi kabel bawah laut ini menjadi salah satu langkah penting bagi pemenuhan kebutuhan komunikasi yang cepat di Indonesia serta membuktikan komitmen Telin bagi masyarakat Indonesia dalam menghadirkan infrastruktur telekomunikasi berteknologi tinggi.

“Tujuan ini semakin dekat dengan pembangunan SEA-US, sistem komunikasi kabel laut pertama yang menghubungkan langsung Indonesia ke Amerika Serikat sebagai sumber konten internet dunia,” tulis Syarif dalam keterangannya, Senin (6/4/2015).

Sistem kabel laut SEA-US ini akan menghubungkan lima wilayah yaitu Manado di Indonesia, Davao di Selatan Philippines; Piti di Guam; Honolulu di Pulau Oahu Hawaii; dan Los Angeles, California di Amerika Serikat.

Panjang pembangunan kabel laut ini diperkirakan mencapai 15.000 kilometer, melewati rute yang berbeda dan telah didesain sedemikian rupa untuk menghindari area rawan bencana alam di Asia Timur, sehingga mampu memberikan rute yang berbeda dari sistem kabel yang ada serta memastikan kehandalan layanan yang lebih stabil.

Disebutkan dengan sistem kabel optik ini akan menyediakan tambahan kapasitas 20 terabit per detik (Tbps) dengan menggunakan teknologi 100 gigabit per detik (Gbps).

Dengan kapasitas ini, SEA-US akan mampu memberikan kebutuhan bandwidth Asia Tenggara dan Amerika Utara yang selalu meningkat dengan performa yang tak tertandingi, khususnya untuk kedua negara ASEAN tersebut melalui sistem komunikasi kabel laut yang sudah ada maupun yang masih dalam perencanaan.

Pembangunan SEA-US ini juga akan menguntungkan negara-negara lain seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Papua Nugini, dan Australia.

Pembangunan proyek SEA-US ini nantinya akan terhubung dengan proyek SEA-ME-WE 5 (South East Asia – Middle East – West Europe), dengan menghubungkan Manado dan Dumai melalui sistem komunikasi kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG).

Keseluruhan sistem komunikasi kabel laut yang dibangun Telin dalam konsorsium skala global ini akan menjadi perwujudan Indonesia Global Networks (IGN) yang menjadikan peran nyata Indonesia sebagai Global Hub telekomunikasi dunia.

(rou/rou)