Kamis, 31 Okt 2013 18:00 WIB

Internet Pedesaan Tak Optimal, Kominfo Panggil Operator

- detikInet
(robert/detikINET) (robert/detikINET)
Samarinda - Program Jalin KPU/USO (Jasa Akses Publik Layanan Internet WiFi) milik Kementerian Komunikasi dan Informatika belum berjalan sukses di sejumlah daerah. Kominfo pun berjanji panggil operator untuk membereskannya.

"Kita akui ada yang tidak sukses dan ada yang sukses. Banyak kendala yang dihadapi," kata Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, Syukri Batubara, kepada wartawan saat memberikan keterangan resmi di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (31/10/2013).

Selain Syukri di Samarinda, juga hadir Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto serta Kepala Balai Penyediaan dan Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) Santoso Serad, dalam rangka penganugerahan ICT Pura 2013 dan AKUSO 2013 malam ini di Hotel Bumi Senyiur Jl Pangeran Diponegoro, Samarinda, yang akan diserahkan langsung Menkominfo Tifatul Sembiring.

Catatan dua kali detikINET saat mengunjungi Pulau Maratua di Kepulauan Derawan, Berau, Kaltim pada Juni dan September 2013 lalu, program Jalin KPU/USO di pulau tersebut tidak berfungsi disebabkan keterbatasan energi listrik.

Praktis internet dan hotspot WiFi tidak bisa diakses dan dinikmati masyarakat di pulau yang berpenghuni sekitar 4.000 jiwa itu. Bahkan masyarakat Maratua juga kurang memahami benar program Jalin KPU/USO tersebut.

"Maratua memang pulau terdepan dengan negara Filipina. Baru tahu saya kalau itu tidak berfungsi dan harus dibenahi. Siapa yang mengurusi itu akan kita cek," elak Syukri.

"Kominfo menyewa jasa pihak lain. Kalau berfungsi, kita bayar. Kalau tidak berfungsi, ya tidak kita bayar. Kita akan panggil operatornya," tambahnya.

Pengamatan detikINET juga terlihat plang Program Jalin KPU/USO di Maratua itu berlabel logo Kementerian Kominfo. Logo tersebut dinilai Syukri menjadi beban tersendiri apabila tidak berfungsi dan dinikmati masyarakat.

"Ada lambang Kominfo tapi tidak sukses itu juga beban buat kita. Banyak hal yang membuat tidak sukses di antaranya ketiadaan bahan bakar, masyarakat yang tidak mendukung dan mungkin juga minimnya edukasi ke masyarakat," terang Syukri.

Kepala BP3TI Santoso Serad menambahkan, pihaknya juga akan mengecek langsung tidak berfungsinya program tersebut. Tidak hanya di Maratua, Santoso bergegas timnya akan mengecek di pulau lainnya seperti di Aceh yang berbatasan dengan Maladewa, di perbatasan Timor Leste serta di perbatasan Papuan New Guinea.

"Program itu (Jalin KPU/USO) bekerjasama dengan operator dengan membangun 286 tower khusus untuk di pulau-pulau terluar dan berbatasan dengan negara tetangga. Belum semuanya terbangun karena belum uji fungsi tapi jika terbangun dan tidak berfungsi, segera kita evaluasi," Santoso menandaskan.




(ash/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed