Wimax Diberi Nafas 2 Tahun dari Kejaran LTE

Wimax Diberi Nafas 2 Tahun dari Kejaran LTE

- detikInet
Rabu, 04 Apr 2012 15:34 WIB
Menkominfo Sosialisasi LTE (rou/inet)
Jakarta - Lambatnya implementasi Wimax di Indonesia coba dimaklumi Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tifatul Sembiring. Namun, dengan hadirnya teknologi Long Term Evolution (LTE) yang lebih mature, Wimax kini hanya punya waktu dua tahun sebelum pasarnya direbut LTE.

Kiprah Wimax di Indonesia nyaris tak terdengar meskipun lisensi broadband wireless access (BWA) di frekuensi 2,3 GHz telah diterbitkan sejak pertengahan 2009 lalu.

Tifatul dalam acara sosialisasi LTE di gedung Telkom, Grha Citra Caraka, Jakarta, Rabu (4/4/2012), menilai faktor keterlambatan penyelenggaraan Wimax ini disebabkan oleh masalah pemilihan teknologi.

"Wimax ini ada dispute cukup panjang. Ini warisan yang kami terima. Sistim D dan E ini berbeda. D statis, E mobile. Ternyata harganya berbeda karena ketersediaan D tak sebanyak E. Akhirnya, dengan diskusi panjang, ada kesepakatan dibolehkan untuk E juga, karena teknologi harus netral," jelasnya.

Teknologi Wimax Mobile, sejatinya hampir mirip penerapannya dengan LTE. Apalagi teknologi LTE memang dirancang khusus untuk mobile dengan seluler. Beda dengan Wimax yang lisensinya banyak dimenangkan oleh perusahaan yang core bisnisnya bukan dari penyelenggara seluler.

"Wimax dan LTE tidak boleh saling bunuh. Investasi yang telah dikeluarkan untuk Wimax tidak sedikit. Itu sebabnya kami memberi garansi. Wimax kita beri waktu dua tahun, dari 2011 ini sampai 2013. Kalau langsung LTE, Wimax nggak ada nafasnya nanti," pungkas Tifatul.


(rou/rns)