Sabtu, 07 Agu 2010 15:28 WIB

Kolom Telematika

BlackBerry vs Kedaulatan Indonesia

- detikInet
Jakarta - Saya cukup kaget kemarin diwawancara teman jurnalis yang meminta pendapat saya tentang BlackBerry dan pelanggaran kedaulatan Indonesia.

Pasalnya, semua informasi pengguna BlackBerry Indonesia akan tersedot ke server BlackBerry yang ada di Kanada. Memang, semua proses komunikasi akan dienkripsi, juga penyimpanan data penting seperti username, password.

Dan semua arsip chattingan, e-mail akan diambil dulu oleh server BlackBerry di Kanada, baru di-push ke perangkat BlackBerry yang dipakai pengguna Indonesia.

Hanya saja, tuduhan Research In Motion (produsen BlackBerry) melanggar kedaulatan Indonesia, halah buset deh, coba cari alasan yang lebih cerdas lagi. Memang ada berapa pengguna BlackBerry di Indonesia? Lebih banyak mana pengguna BlackBerry dengan pengguna e-mail Yahoo dan Gmail?

Padahal justru semua data e-mail, termasuk password pengguna Indonesia lebih banyak di Yahoo & Gmail, dan barangkali kalau dari sisi jumlah justru Yahoo dan Gmail yang dari jaman dahulu, sudah melanggar kedaulatan Indonesia dong?

Terus mau menyuruh BlackBerry untuk memindahkan server ke Indonesia? Memang BlackBerry pusat trafik internet Indonesia? Percuma saja memindahkan server BlackBerry ke Indonesia. Ujung-ujungnya server BlackBerry itu akan ambil trafik lagi dari
Facebook, Yahoo, Gmail. Sama saja kan? Akhirnya trafiknya justru keluar lagi.

Kalau server BlackBerry pindah ke Indonesia, memangnya operator di Indonesia bisa lebih dipercaya untuk tidak melakukan sniffing paket BlackBerry dibandingkan dengan operator di Kanada?

Urusan security juga masalah sih, semua transmisi data di BlackBerry semua dienkripsi dengan kunci yang dipegang oleh BlackBerry. Oke deh untuk keperluan penyidik perlu kunci tersebut. Cuma kalau kunci tersebut diberikan ke aparat di Indonesia. Hmm... kira-kira bisa dipercaya tidak aparat di Indonesia agar tidak membuka semua komunikasi yang ada di BlackBerry?

Maklum saja, yang ada di BlackBerry kan bukan cuma orang Indonesia, bahkan ada Presiden Obama walau dia besar di SD Menteng.

Saran saya, coba berfikir yang lebih besar daripada sekadar BlackBerry. Masalah utamanya karena kita suka dibuat tergantung pada luar.

Kita bisa tidak tergantung luar kalau (1) user Internet di Indonesia besar dan (2) semua server layanan atau aplikasi dibuat lokal di Indonesia.

Cara yang paling sederhana:

1. Bantu dan dukung komunitas untuk mengembangkan server/layanan equivalen dengan Yahoo, Gmail, Facebook, Youtube versi Indonesia dengan server lokal di Indonesia.

2. Sambungkan semua sekolah, madrasah, kampus, universitas ke internet menggunakan kewajiban Universal Service Obligation (USO) dari operator telekomunikasi.

3. Buat pandai bangsa. Masukan internet secara integral dalam kurikulum sekolah, berdayakan kaum ibu (perempuan melek TI), Lalu berdayakan UKM agar dapat menggunakan TI dengan baik.


*) Penulis adalah Onno W. Purbo, penulis buku dan praktisi teknologi informasi dan komunikasi Indonesia. Ia merupakan mantan dosen di Institut Teknlogi Bandung (ITB) dan terkenal dengan perjuangannya terhadap VoIP Rakyat.




(ash/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed