"Apa itu? Ngga ada yang pecah. Siapa yang bilang. Saya baru ketemu mereka kemarin," ujar Dirut PT Telkom Rinaldi Firmansyah kepada detikINET usai meresmikan Gedung Learning Center IT Telkom di Jalan Telekomunikasi No 1, Bandung, Selasa(22/12/2009).
Bahkan Rinaldi pun optimistis bahwa Mojopia ini bisa berjalan pada Maret 2010. Padahal sebelumnya disampaikan oleh Komisaris Metranet, Krish Pribadi pada kesempatan yang berbeda beberapa waktu lalu, Mojopia akan grand launch pada Januari 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu perpecahan tersebut merebak di kalangan internal Metranet. Belakangan tersiar kabar bahwa telah terjadi perselisihan antara kubu internal asli Telkom dengan kalangan profesional yang diambil dari luar perusahaan untuk mengembangkan Mojopia. Perselisihan, rumornya semakin memanas, karena orang asli Telkom merasa disingkirkan sejak kehadiran para profesional yang kini dipimpin oleh Shinta Dhanuwardoyo.
"Tidak benar itu. Semuanya baik-baik saja. Kemaren ini saya bertemu dengan mereka kok," tegas Rinaldi.
Jika memang benar ada perpecahan di anak perusahaan Telkom satu ini, tentu sangat disayangkan. Sebab, Mojopia yang memakan investasi US$ 2 juta dan memiliki lini bisnis e-commerce, communication, dan content agregator itu didukung oleh 800 merchant dan kontennya dinyatakan telah siap. (afz/faw)