Senin, 04 Des 2017 20:54 WIB

Data Pelanggan SIM Card Bobol, Izin Operator Bisa Dicabut

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Hartanto Foto: detikINET/Agus Tri Hartanto
Jakarta - Berjalannya proses registrasi SIM card untuk pelanggan prabayar, sering ditemukan isu-isu takut disalahgunakan data pelanggan, terlebih divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK). Pertanyaan tersebut dijawab oleh pemerintah dan operator.

Melalui Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), kerahasiaan data pelanggan sudah menjadi kewajiban oleh operator seluler. Begitu juga aturan yang telah diterbitkan pemerintah yang mengharuskan perusahaan menjaga kerahasiaan data pelanggan.

"Operator akan sangat hati-hati menjaga dan memelihara data pelanggan. Sanksinya sangat berat sampai pidana, yang paling berat sampai pencabutan izin operasi," ujar Ketua Umum ATSI Merza Fachys di Jakarta, Senin (4/12/2017).

Merza menyebutkan dirinya tak menampik bisa saja di suatu operator ada oknum yang mengarah kepada penyalahgunaan data pelanggan. Apabila demikian, kata Merza, maka oknum tersebut sudah harus bertanggungjawab dikenai pidana dan hukuman.

Meski demikian, operator seluler sudah mendapatkan ISO 27001 yang tak lain merupakan sertifikasi kepada perusahaan yang sudah terjamin akan pengamanan informasi yang diakui secara internasional.

"Sebagai perusahaan pasti menjaga data-data pelanggan," kata Merza yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Smartfren.

Pada akhirnya, registrasi SIM card ini untuk menertibkan data-data pelanggan sehingga meminimalisir adanya kejahatan yang terjadi melalui seluler. Registrasi SIM card ini berlangsung dari 31 Oktober lalu hingga paling lambat 28 Februari 2017.

"Setelah 28 Februari, data pelanggan akan semakin valid dan kepastiaan pelanggan," ucap Merza.

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ahmad M. Ramli mengatakan jika semua nomor seluler didaftarkan, maka akan semakin mudah mendeteksi kejahatan melalui seluler.

"Apalagi nomor sudah terdaftar di operator, itu bisa dilakukan dengan mudah," sebutnya. (jsn/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed