Senin, 20 Nov 2017 15:24 WIB

Kolonisasi Planet Mars Disebut Tak Masuk Akal, Kenapa?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi. Foto: BBC Magazine Ilustrasi. Foto: BBC Magazine
Jakarta - Beberapa pihak berambisi menaklukkan planet Mars, terutama Elon Musk melalui perusahaan pesawat luar angkasa miliknya, SpaceX. Tapi seorang novelis ternama mengatakan bahwa mengirim manusia dan membuat koloni ke Mars dalam waktu dekat ini sangat tidak masuk akal.

Andi Weir, penulis buku The Martian, mengatakan bahwa Bulan akan menjadi objek pertama sebagai tujuan kolonisasi di luar Bumi, meskipun ia percaya bahwa manusia dapat mengunjungi Mars pada abad berikutnya.

Sejauh ini menurutnya, proyek stasiun Bulan masih menjadi langkah terjauh manusia dalam mewujudkan kolonisasi.

"Kolonisasi ke Mars takkan terjadi dalam waktu dekat, mengingat tidak ada kepentingan yang mendesak untuk ke sana. Pada kenyataannya, tidak ada alasan ekonomis sama sekali untuk mewujudkan hal tersebut," ujarnya, seperti dilansir detikINET dari Futurism pada Senin (20/11/2017).

Ia juga mengatakan bahwa akan jauh lebih mahal untuk membangun sebuah ekosistem baru di sana dibanding membereskan Bumi secara keseluruhan, yang menurutnya juga lebih efektif. Nada serupa disuarakan oleh beberapa ahli yang setuju dengan pernyataannya.

"Saya 100% setuju dengan semua yang ia bilang. Mewujudkan kolonisasi ke Mars secara teknis sangat sulit dan mahal. Sedangkan kolonisasi menuju Bulan sedikit lebih mudah dan murah, meskipun tetap membutuhkan biaya besar," ujar Aaron Ridley, profesor dari University of Michigan.

"Tujuan manusia untuk pergi menuju Mars atau Bulan bukan berdasarkan ledakan populasi, tapi hanya sekadar keinginan di dalam hati kita untuk pergi menjelajah," ia menambahkan.

Lalu, Amanda Hendrix, peneliti senior dari Planetary Science Institute, mengatakan bahwa stasiun Bulan akan menjadi batu loncatan yang baik untuk pergi ke Mars, meskipun perjalanan tersebut tidak sepenuhnya dibutuhkan.

"Sangat memungkinkan untuk memiliki stasiun semipermanen di Bulan untuk memudahkan perpindahan manusia ke Bulan, mengingat kita tidak dapat tinggal di sana secara permanen dengan mempertimbangkan faktor radiasi. Lebih jauh lagi, ini akan memungkinkan penelitian yang lebih jauh lagi di Bulan," tuturnya.

Sedangkan, Chris McKay dari NASA Ames Research menyebutkan bahwa satu-satunya kegiatan yang masuk akal untuk dilakukan terkait dengan Mars adalah penelitian ilmiah, melalui peran pemerintah. (fyk/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed