Waduh, iPhone Milik Pejabat AS Juga Jadi Korban Pegasus

Waduh, iPhone Milik Pejabat AS Juga Jadi Korban Pegasus

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 05 Des 2021 09:52 WIB
People wait in line to purchase newly released products at the Apple Store in Orchard Road on September 24, 2021 in Singapore. Apple announced September 14 the release of four variants of its latest iPhone 13, alongside other upgrades to its product lineup. (Photo by Feline Lim/Getty Images)
Ilustrasi iPhone. Foto: Feline Lim/Getty Images
Jakarta -

Sejumlah iPhone yang dipakai pegawai Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat ikut menjadi sasaran spyware Pegasus buatan NSO Group.

Setidak ada sembilan iPhone milik pegawai Kemlu AS yang menjadi sasaran spyware tersebut selama beberapa bulan terakhir, berdasarkan informasi dari beberapa orang sumber yang mengetahui masalah ini.

Pegawai Kemlu AS yang menjadi sasaran ini terbagi menjadi dua, yaitu mereka yang berbasis di Uganda dan yang mengurus negara-negara di Afrika Timur.

Selain peretasan yang baru terungkap ini, sebelumnya ada juga beberapa nomor telepon beberapa pejabat AS yang diduga juga menjadi target Pegasus. Namun sebelumnya memang tak jelas apakah peretasan itu berhasil atau tidak.

NSO Group sendiri menepis tudingan peretasan ini, dan menyebut tak ada indikasi software buatannya terlibat dalam aksi ini. Namun mereka kemudian memblokir akun-akun yang relevan dan menjanjikan akan melakukan investigasi.

"Jika investigasi kami menemukan aksi ini terkait dengan software NSO, maka akses konsumen yang dimaksud ke software tersebut akan dimatikan secara permanen dan akan ada tindakan hukum yang kami lakukan," ujar juru bicara NSO, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (5/12/2021).

"Kami akan kooperatif dengan pihak berwajib dari pemerintah terkait dan memberikan informasi penuh yang kami punya," tambahnya.

NSO Group pun kembali menyatakan kalau mereka hanya menjual produknya ke penegak hukum milik pemerintah dan juga pihak intelijen. Dan produknya itu hanya akan dipakai untuk memantau ancaman keamanan, dan tidak terlibat langsung dalam operasi mata-mata.

Pihak Kedutaan Uganda di Washington DC, AS, tidak berkomentar mengenai masalah ini. Begitu juga juru bicara Apple yang menolak mengeluarkan pernyataan.

Sementara itu juru bicara Kemlu AS pun menolak berkomentar. Mereka mengarahkan langkah Kementerian Perdagangan AS yang baru-baru ini memasukkan NSO ke dalam Entity List, yang artinya perusahaan asal Israel itu dilarang berbisnis dengan perusahaan asal AS.



Simak Video "iPhone 15 Pro Dikabarkan Bakal Pakai Layar Buatan Perusahaan China"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/agt)