Waduh, Situs Milik BSSN Jadi Korban Peretasan

Waduh, Situs Milik BSSN Jadi Korban Peretasan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 25 Okt 2021 17:35 WIB
Pusat Malware Nasional BSSN Diretas
Situs Milik BSSN Jadi Korban Peretasan (Foto: dok CISSReC)
Jakarta -

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), lembaga yang menangani serangan siber diduga jadi korban peretasan. Waduh!

Situs resmi Pusat Malware Nasional (Pusmanas) BSSN yang beralamatkan di www.pusmanas.bssn.go.id dilaporkan sempat terkena deface yang diketahui salah satu ungguhan akun Twitter @son1x777. Situs tersebut disebutkan diretas oleh theMx0nday pada Rabu (20/10).

"Dituliskan oleh pelaku deface bahwa aksi ini dilakukan untuk membalas pelaku yang diduga dari Indonesia yang telah meretas website negara Brasil," ujar pakar keamanan siber Pratama Persadha dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/10/2021).

Pratama menambahkan bahwa deface pada website merupakan peretasan ke sebuah website dan mengubah tampilannya. Perubahan tersebut bisa meliputi seluruh halaman atau di bagian tertentu saja. Contohnya, font website diganti, muncul iklan mengganggu, hingga perubahan konten halaman secara keseluruhan.

Ditambahkan olehnya, kalau melihat sistem keamanan yang sudah baik di BSSN, sepertinya ada pelanggaran SOP terhadap link pada www.pusmanas.bssn.go.id, karena mungkin tidak melewati proses Penetration Test terlebih dahulu ketika akan di-publish.

"Kalau di cek attack-nya, mungkin bisa dicari tahu kenapa bisa firewall-nya mem-bypass serangan ke celah vulnerable-nya. Attack yang simple pun, kalau lolos dari firewall bisa mengakibatkan kerusakan yang besar. Jangan dianggap semua serangan deface itu adalah serangan ringan, bisa jadi hackernya sudah masuk sampai ke dalam," kata pria asal Cepu ini.

Menurut Pratama, perlu dilakukan digital forensik dan audit keamanan informasi secara keseluruhan. Sangat disayangkan BSSN sebagai institusi yang harusnya paling aman keamanan sibernya, hanya gara-gara kesalahan kecil yang tidak perlu, ternyata jadi gampang diretas.

"Yang terpenting saat ini data di dalamnya tersimpan dalam bentuk encrypted. Jadi kalaupun tercuri, hacker tidak akan bisa baca isinya," jelas Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC ini.

Ditambahkan olehnya, bahwa di dalam dunia keamanan siber, tidak ada sistem informasi yang benar-benar aman 100%. Situs penting Amerika, seperti FBI dan NASA juga pernah diretas, lalu situs web badan intelijen Amerika, yaitu CIA pun juga menjadi korban serangan hacker.

Ketika dicek detikINET pukul 17.15 WIB, situs Pusmanas BSSN dalam kondisi tidak bisa diakses. Belum diketahui kapan situs ini akan bangkit kembali. Sedangkan, situs induk BSSN yaitu bssn.go.id tetap normal seperti biasa.



Simak Video "Kominfo Ingatkan 'Kunci' Agar Platform Digital Terhindar dari Peretasan"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)