Bocor Lagi, Bocor Lagi, Kini Giliran Data KPAI dan Bank Jatim

Terpopuler Sepekan

Bocor Lagi, Bocor Lagi, Kini Giliran Data KPAI dan Bank Jatim

Tim - detikInet
Sabtu, 23 Okt 2021 06:17 WIB
Kuasa hukum Muradi membantah kliennya memiliki anak dari model Era Setyowati atau dikenal dengan nama Sierra.
Data KPAI dan Bank Jatim dibobol dan dijual hacker (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kebocoran data adalah kejadian berulang di negeri ini. Minggu ini ada kebocoran data KPAI dan Bank Jatim. Kapan ada solusi permanen?

Dihimpun detikINET, Sabtu (16/10/2021) inilah rangkaian kejadian kebocoran data yang membetot perhatian publik minggu ini:

1. Data KPAI dijual di Raidforum

Pada Kamis (21/10) publik dikagetkan postingan di media sosial Twitter dan Facebook. Di sana beredar gambar yang diduga sebagai kebocoran data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Database tersebut dijajakan di situs Raidforums. Sang pengunggah yang memiliki username C77 memposting penawarannya tersebut pada 13 Oktober 2021.

Ada dua database KPAI yang ditawarkan, yakni kpai_pengaduan_csv dan kpai_pengaduan_csv. Untuk men-downloadnya, user Raidforums harus mengeluarkan 8 credits per data.

C77 memberikan sampel data untuk mengklaim data yang dimilikinya valid. Adapun isi dari sampel data yang diberikan memuat identitas penting yang rentan dieksploitasi.

Sebab isinya berupa nama, nomor identitas, kewarganegaraan, telepon, HP, agama, pekerjaan, pendidikan, alamat, email, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, provinsi, kota, dan usia.

2. KPAI benarkan ada kebocoran data

Pada hari yang sama di malam harinya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membenarkan telah terjadi pencurian database dan pembobolan hacker dan datanya dijual di dark web. Ketua KPI, Dr Susanto MA, pun memberikan tanggapannya. Pihaknya saat ini telah melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian.

"Merespon pemberitaan di media terkait database KPAI, perlu kami sampaikan bahwa saat ini telah terjadi pencurian database KPAI. Menindaklanjuti hal tersebut, pada tanggal 18 Oktober 2021, KPAI telah menyampaikan laporan kepada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri," sebut ketua KPAI dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (21/10).

"Dan pada tanggal 19 Oktober 2021, KPAI telah menyampaikan surat kepada Badan Siber dan Sandi Negara. Selanjutnya pada tanggal 21 Oktober 2021 KPAI juga telah berkirim surat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika untuk tindak lanjut hal dimaksud," tambah dia.

Dikatakannya bahwa menindaklanjuti surat tersebut, Direktorat Siber Mabes Polri dan Badan Siber dan Sandi Negara telah berkoordinasi dengan KPAI untuk langkah - langkah selanjutnya dan KPAI telah melakukan mitigasi untuk menjaga keamanan data.

"Adanya kasus pencurian data ini tidak mengganggu layanan pengaduan KPAI. Layanan tetap berjalan dan aman," pungkas ketua KPAI.

Halaman selanjutnya: Data Bank Jatim juga bobol >>>