Demam Olimpade Tokyo 2020, Awas! Penipuan Online Beraksi Liar

Demam Olimpade Tokyo 2020, Awas! Penipuan Online Beraksi Liar

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 30 Jul 2021 12:30 WIB
Kento Momota terpaksa tersingkir ditangan Heo Kwang-hee dari Korsel di ajang Olimpiade Tokyo. Yuk, kenal lebih dekat dengan pebulutangkis nomor 1 dunia ini.
Foto: Getty Images
Jakarta -

Demam Olimpiade Tokyo 2020 tengah melanda seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Namun, hati-hati karena momen tersebut jadi peluang kejahatan siber melancarkan aksinya.

Pandemi virus Corona (COVID-19) membuat pesta olahraga antar negara itu dilakukan tanpa penonton. Alhasil, masyarakat menyaksikannya secara online.

Hal itu yang membuat kejahatan siber memanfaatkan euforia para penonton dengan meluncurkan berbagai skema penipuan online. Ini diungkapkan para ahli Kaspersky Lab.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang bagaimana scammers mencoba memonetisasi perhatian penonton, Kaspersky menganalisis situs web phishing terkait Olimpiade 2020 yang dirancang untuk mencuri data kredensial pengguna.

Hasilnya, para pakar Kaspersky ini menemukan berbagai skema penipuan online, mulai dari halaman palsu yang menawarkan streaming berbagai acara Olimpiade 2020, penjualan tiket palsu, hadiah penipuan, dan bahkan pertama kalinya mata uang virtual (token) olimpiade palsu.

"Para pelaku kejahatan siber akan memanfaatkan perhelatan olahraga populer sebagai kedok untuk serangan mereka. Tahun in, Olimpiade diadakan tanpa penonton, oleh karena itu kami tidak mengharapkan terjadinya serangan siber dalam jumlah signifikan," ujar Pakar Keamanan Kaspersky Olga Svistiunova dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/7/2021).

Namun, kata Olga lebih lanjut, pihaknya mengamati bahwa scammers tidak memiliki batasan dalam hal menciptakan baru untuk mengambil keuntungan.

"Misalnya, tahun ini saja, kami menemukan skema menarik seperti halaman phishing yang menjual Token resmi Olimpiade. Tidak ada yang setara dengan hal seperti itu, artinya para pelaku kejahatan siber tidak hanya memalsukan umpan yang sudah ada, tetapi juga menciptakan ide-ide baru mereka yang di luar dugaan," kata Olga.

Cara melindungi diri dari penipuan online berkedok Olimpiade 2020, para ahli Kaspersky membagikan tips ampuh, yaitu sebagai berikut:

  • Selalu memeriksa tautan/link sebelum mengklik. Tinjau dengan cermat format URL, dan temukan kesalahan ejaan atau ketidakteraturan lainnya secara seksama.
  • Periksa keaslian situs web sebelum memasukkan data pribadi dan hanya gunakan laman web resmi untuk menonton pertandingan Olimpiade 2020. Periksa ulang format URL dan ejaan nama perusahaan terkait.
  • Gunakan solusi keamanan andal, seperti Kaspersky Security Cloud, yang mengindentifikasi lampiran berbahaya dan memblokir situs phishing.


Simak Video "Dukungan Warganet untuk Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)