Waduh! TikTok Bisa Kumpulkan Data dari Wajah dan Suara

Waduh! TikTok Bisa Kumpulkan Data dari Wajah dan Suara

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 05 Jun 2021 17:03 WIB
TikTok Digugat Rp 24 T di Belanda Atas Klaim Membahayakan Anak-anak
Waduh! TikTok Bisa Kumpulkan Data dari Wajah dan Suara. Foto: DW News
Jakarta -

TikTok memperluas cara mereka dapat mengumpulkan data di wajah dan suara penggunanya. Hal ini dimungkinkan lewat update terbaru yang dilakukan media sosial asal China ini pada kebijakan privasi layanannya.

Dikutip dari Slash Gear, pembaruan yang dilakukan pada kebijakan privasi TikTok minggu ini membuatnya secara teknis legal untuk secara otomatis mengumpulkan data tentang pengguna dan aktivitasnya di aplikasi TikTok.

Update ini mencakup catatan tentang pengenal biometrik seperti pemindaian sidik jari dan voiceprint. Dalam catatan kebijakan terbarunya itu TikTok menyebutkan akan mencari "izin apa pun yang diperlukan" (any required permissions) untuk mendapatkan data-data ini, tetapi hanya "jika diwajibkan oleh hukum" (where required by law).

Adalah Tech Crunch yang pertama kali menemukan update ini di versi terbaru kebijakan privasi TikTok di AS. Terdapat perubahan pada bagian "Image and Audio Information", berlaku mulai 4 Juni 2021.

"Kami juga menautkan informasi pelanggan Anda dengan aktivitas Anda di platform kami di semua perangkat Anda menggunakan email, nomor telepon, atau informasi serupa Anda," demikian bunyinya.

Di sana, TikTok juga menambahkan catatan bahwa mereka dapat mengumpulkan "Image and Audio Information" yang merupakan bagian dari "User Content". TikTok memberikan informasi tambahan bahwa mereka dapat mengumpulkan informasi dengan "mengidentifikasi objek dan pemandangan yang muncul, keberadaan dan lokasi dalam gambar fitur dan atribut wajah dan tubuh, sifat audio, dan teks kata-kata yang diucapkan dalam konten pengguna.

Tak sampai di situ, TikTok menyebut dalam kebijakan mereka bahwa data ini dikumpulkan untuk memungkinkan hal berikut:
• Efek video khusus
• Moderasi konten
• Klasifikasi demografis
• Rekomendasi konten
• Rekomendasi iklan
• Operasional non-identifikasi personal

Seperti disebutkan di atas, TikTok juga menambahkan catatan tentang bagaimana mereka dapat mengumpulkan pengenal biometrik dan informasi biometrik yang mungkin termasuk face-print dan voiceprint (wajah dan suara) dari konten pengguna.

Mereka juga menambahkan deskripsi yang lebih menyeluruh tentang bagaimana mereka dapat mengumpulkan informasi tentang perangkat yang digunakan untuk mengakses TikTok. Sebelumnya, mereka menyertakan alamat IP, pengidentifikasi perangkat unik, model, operator seluler, zona waktu, resolusi layar, OS, nama aplikasi, nama file, jenis file, pola atau ritme penekanan tombol, dan platform.

Sekarang, TikTok juga menyertakan user agent, jenis jaringan, pengidentifikasi untuk tujuan periklanan, ID perangkat, status baterai, pengaturan audio, dan perangkat audio yang terhubung.

Pada intinya, TikTok telah memperluas kemampuan mereka untuk mengumpulkan informasi di seluruh perangkat, untuk benar-benar memastikan bahwa jika kalian masuk ke beberapa perangkat, mereka akan dapat menggunakan informasi profil kalian untuk mengidentifikasi aktivitas kalian di seluruh perangkat.

TikTok sekarang juga dapat menggunakan informasi yang dikumpulkan dari perangkat selain yang kalian gunakan. Kondisi ini secara efektif memberi mereka hak untuk memanfaatkan audio yang berasal dari perangkat yang terhubung ke smartphone kalian, seperti mikrofon yang terhubung, speaker pintar, dan sebagainya.

Kalian mungkin tidak peduli dengan update terbaru ini. Tapi, jika kalian berpikir TikTok jauh lebih private dibandingkan Facebook, Instagram, atau aplikasi sejenis lainnya, saatnya kalian mempertimbangkan lagi cara kalian menggunakan aplikasi dan jaringan.



Simak Video "Sengketa Lahan, Emak-emak di Jakbar Usir Preman Pakai Panci-Perabot"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)