Data Pengguna WhatsApp Web Dilaporkan Bocor

Data Pengguna WhatsApp Web Dilaporkan Bocor

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 29 Jan 2021 20:09 WIB
screenshot WhatsApp Web, WhatsApp Web
WhatsApp Web. Foto: screenshot WhatsApp Web
Jakarta -

Nampaknya tahun ini menjadi tahun ujian untuk WhatsApp di mana perusahaan besar tersebut mengalami beberapa krisis. Yang terbaru adalah disebut-sebut data pengguna WhatsApp Web bocor dalam pencarian di Google. Waduh!

WhatsApp diduga kebobolan data nomor telepon pengguna WhatsApp Web di Google Search melalui pengindeksan. Beberapa hari yang lalu dilaporkan bahwa grup WhatsApp telah muncul di Google Search, yang berarti siapa saja dapat menemukan grup tersebut dan bergabung dengan mencari grup tersebut di pencarian Google.

Menurut peneliti keamanan Rajshekhar Rajaria, nomor telepon pengguna WhatsApp Web dipastikan memang muncul di Google Search. Seperti diketahui, WhatsApp adalah aplikasi seluler namun aplikasinya juga dapat digunakan di laptop dan PC.

"Kebocoran terjadi melalui WhatsApp Web. Jika seseorang menggunakan WhatsApp di laptop atau di PC kantor, nomor ponsel diindeks di Google Search. Ini adalah nomor ponsel pengguna individu, bukan nomor bisnis," kata Rajaharia kepada IANS.

Dia juga membagikan beberapa tangkapan layar dengan publikasi. Kabar ini tentunya mengkhawatirkan terutama bagi banyak profesional yang mengakses WhatsApp dari laptop dan PC mereka.

"Meskipun WhatsApp menyarankan pengguna dan memberitahu Google untuk menghapus tautan obrolan grup yang terungkap sebelumnya, nomor ponsel melalui aplikasi WhatsApp Web sekarang diindeks di Google Search," kata Rajaharia dalam sebuah pernyataan.

Akan tetapi, dengan segera WhatsApp menyadari kerentanan tersebut dan mengeluarkan pernyataan.

"Sejak Maret 2020, WhatsApp telah menyertakan tag 'no index' pada semua halaman deep link yang menurut Google akan mengecualikannya dari pengindeksan. Kami telah memberikan tanggapan kami kepada Google untuk tidak mengindeks obrolan ini. Sebagai pengingat, setiap kali seseorang bergabung dengan grup, setiap orang di grup itu menerima pemberitahuan dan admin dapat mencabut atau mengubah tautan undangan grup kapan saja," jelas WhatsApp.

"Seperti semua konten yang dibagikan di saluran publik yang dapat dicari, tautan undangan yang diposting secara publik di internet dapat ditemukan oleh pengguna WhatsApp lainnya. Tautan yang ingin dibagikan oleh pengguna secara pribadi dengan orang yang mereka kenal dan percaya tidak boleh diposting di situs web yang dapat diakses publik," sambung pernyataan tersebut.

Masalah serupa muncul pada November 2019. Obrolan Grup telah muncul di Google Search. Namun, masalah tersebut dilaporkan oleh peneliti keamanan ke Facebook dan telah diselesaikan. Demikian dikutip dari India Today, Jumat (29/1/2021).



Simak Video "Maksimalkan WhatsApp Lewat 10 Fitur Rahasia Berikut"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)