Google Hapus 164 Aplikasi Palsu Berbahaya dari Play Store

Google Hapus 164 Aplikasi Palsu Berbahaya dari Play Store

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 18 Jan 2021 15:47 WIB
Ilustrasi google play store, Ilustrasi play store
Google Hapus 164 Aplikasi Palsu Berbahaya dari Play Store Foto: Dok. detikINET
Jakarta -

Google kembali menghapus ratusan aplikasi Android jahat dari Play Store. Kali ini ada 164 aplikasi yang dihapus karena menampilkan iklan di luar konteks.

Iklan di luar konteks, atau iklan di luar aplikasi, adalah istilah teknis yang relatif baru yang mengacu pada iklan di ponsel yang tampil dalam bentuk pop-up atau yang memenuhi layar di luar aplikasi.

Jenis iklan seperti ini telah dilarang di Play Store sejak Februari 2020. Meski telah dilarang bukan berarti pengembang berhenti menyalahgunakan mekanisme ini.

Dikutip dari ZDNet, Senin (18/1/2021) laporan terbaru dari perusahaan keamanan siber WhiteOps mengatakan 164 aplikasi yang dihapus oleh Google tidak hanya menampilkan iklan di luar konteks tapi juga meniru aplikasi populer.

Tidak hanya mencatut nama aplikasi populer seperti Speedtest atau WPS, aplikasi-aplikasi palsu ini juga meniru fungsi dan kegunaannya untuk mengelabui pengguna dan mendapatkan banyak unduhan dalam waktu singkat.

Iklan-iklan yang ditampilkan tidak hanya mengganggu tapi juga membuat ponsel menjadi lambat. Secara total, White Ops mengatakan ratusan aplikasi tersebut berhasil mencapai targetnya karena telah diunduh lebih dari 10 juta kali sebelum ditemukan dan dilaporkan ke tim keamanan Google.

Daftar lengkap 164 aplikasi yang dihapus oleh Google terlalu panjang untuk dituliskan, tapi bisa dilihat di laporan White Ops berikut ini. Untuk lima aplikasi dengan unduhan paling banyak bisa dilihat di bawah ini:

• iSwipe Phone X - 5 juta download
• DJ Mixer Studio 2018 - 1 juta download
• Ringtone maker - Mp3 cutter - 1 juta download
• AppLock New 2019 - 1 juta download
• Wps Tester - 500.000 download
• Wifi Speed Test - 500.000 download

Berdasarkan aturan Google, aplikasi-aplikasi nakal ini sudah dihapus semuanya dari Play Store dan telah dinon-aktifkan di perangkat pengguna. Tapi pengguna yang sudah mengunduhnya masih harus menghapus aplikasi-aplikasi tersebut secara manual dari ponselnya.

White Ops juga mengimbau untuk berhati-hati saat mengunduh aplikasi baru. Pastikan mengunduh aplikasi dari sumber resmi dan selalu baca ulasannya, tidak hanya ulasan bintang lima, tapi juga ulasan bintang satu dan dua.

Sejak melarang iklan di luar konteks pada Februari 2020, Google sudah menghapus lebih dari 1.000 aplikasi yang melanggar aturannya. Pada gelombang pertama, pembesut Android ini menghapus 600 aplikasi. Pada Juni dan Oktober 2020, Google kembali mencekal masing-masing 38 dan 240 aplikasi.



Simak Video "Rating TikTok Anjlok Gegara Ulah Kreator India"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)