Menangkis 'Magis' Penjahat Siber

Menangkis 'Magis' Penjahat Siber

Baban Gandapurnama - detikInet
Senin, 19 Okt 2020 22:00 WIB
Cyber Crime
Menangkis 'Magis' Penjahat Siber (Foto: internet)
Jakarta -

"Ketika kita ketemu orang jahat, kita tak harus selalu membalasnya dengan kejahatan," ucap Algo Al-ghazali berkisah mengenai hikmah yang ia petik kala menyadarkan seorang penipu sekaligus mantan narapidana yang hendak menjebaknya dalam sebuah kejahatan siber.

Siang itu, pada April 2020 atau sewaktu awal pandemi COVID-19 melanda negeri ini, konsentrasi Algo, sapaan dia, terpecah lantaran telepon genggamnya berdering. Pemuda tersebut tengah sibuk merampungkan pekerjaan yang digarap dari rumahnya.

Konten kreator dan Youtuber berdomisili di Kota Bandung tersebut bergegas meraih ponselnya. Panggilan masuk bernomor GSM tak dikenal muncul di layar gawai. Di ujung telepon terdengar suara pria mengaku bernama Ari. Logat khas si penelepon itu tak asing bagi Algo.

"Sebenarnya beberapa detik awal (berkomunikasi dengan penelepon), saya tahu kalau itu penipu. Suaranya familiar," ucap Algo membuka obrolan bersama detikcom.

Algo meladeni cuap-cuap lawan bicara yang pura-pura mengenalinya. Ia simak narasi sandiwara pria itu. Benar saja, penelepon membujuk Aldo mengirimkan duit.

Tiga kali kejadian serupa yang berujung sang penipu murka gegara dijahili Algo, pelaku keempat ini dihadapi Algo pakai cara berbeda. Jauh-jauh hari dia sengaja menyiapkan 'kejutan' untuk penipu.

"Kebetulan saya lagi ada rezeki, Waktu itu to the point saja kepada penelepon itu. Saya mau kasih bantuan, tapi dengan syarat enggak boleh menipu lagi," tuturnya.

Hati penelepon semula berniat buruk menjadi luluh setelah mencerap tawaran Algo. Sekejap saja pria itu jujur sebagai penipu. Obrolan keduanya berubah adem. "Reaksinya positif. Dia senang. Setelah itu, dia malah curhat," kata Algo.

Kepada Algo, penelepon itu blak-blakan perihal kondisinya yang menganggur selepas 'lulus' dari balik jeruji besi. Ia menghirup udara bebas berkaitan persoalan COVID-19 di Indonesia.

Sekadar diketahui, Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan kebijakan membebaskan narapidana untuk pencegahan virus Corona atau COVID-19 di lapas yang kelebihan penghuni. Data per 20 April 2020, total sudah ada 38.822 napi yang dibebaskan. Jumlah napi yang bebas itu terdiri atas narapidana umum dan napi anak dari 525 UPT lapas di seluruh Indonesia. Para napi itu bebas melalui pemberian asimilasi dan hak integrasi.

"Dia bilangnya baru keluar dari penjara dan lagi nggak bekerja," tutur Algo.

Selama mendekam di 'hotel prodeo', ia yang dihukum karena kasus kecelakaan lalu lintas mengakibatkan orang meninggal, mengklaim mengantongi rupiah dengan cara menipu lewat telepon. Kejahatan siber dengan modus penipuan ini, berdasarkan pengakuannya ke Algo, dipelajari berkat bimbingan napi lainnya. Rupanya mereka mengatur strategi dan melakoni aksi tipu muslihat dari area penjara.

"Ternyata sindikat itu pusatnya ada di dalam penjara. Dia buka-bukaan bercerita kepada saya," ucap Algo.

Algo menepati janji menyisihkan rezeki dalam bentuk pulsa yang nominalnya ogah ia ungkapkan. Dua minggu kemudian atau satu hari jelang bulan Ramadhan 2020, penelepon tersebut kembali menghubungi Algo.

"Saya sempat menyangka kalau dia mau menipu lagi. Ternyata dia menelepon untuk meminta maaf kepada saya karena mau bulan puasa. Dia juga mengaku beneran berubah," tuturnya.

"Benar tobat atau nggak, terpenting niat kita yang benar," Algo menambahkan.

Algo yakin mantan napi itu telah meninggalkan dunia hitam. Ia pun tergerak membagikan pengalaman tersebut melalui akun YouTube MewPawmily Keluarga Kucing Indonesia. Tujuannya demi edukasi dan literasi digital kepada publik mengenai kejahatan siber.

"Saya sengaja share. Intinya supaya yang lain terhindar modus penipuan. Selain itu, saya berpikir harus mencoba pendekatan lain menghadapi penipu. Penasaran juga kenapa mereka nggak kapok-kapok," tutur Algo yang sejak 2017 rajin berkreasi mengisi konten video membahas seputar kucing.

Algo menegaskan bukan bermaksud mengajak publik meniru caranya mengajak penjahat. "Saya melakukan itu dengan hati-hati. Jangan dengan polos ditiru, ambil positifnya dan tetap hati-hati," ujar Algo.

Selanjutnya: Manipulasi psikologis...