Ramai Seruan Uninstall TikTok dan Tudingan Ambil Data Pengguna

Ramai Seruan Uninstall TikTok dan Tudingan Ambil Data Pengguna

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 02 Jul 2020 18:08 WIB
TikTok Bantah Tuduhan Bagikan Data Pengguna India ke Pemerintah Cina
Ramai Seruan Uninstall TikTok dan Tudingan Ambil Data Pengguna (Foto: DW News)
Jakarta -

Setelah diblokir oleh pemerintah India dan ketahuan mengakses data clipboard pengguna, kini muncul lagi seruan uninstall TikTok. Rupanya TikTok dituding sebagai malware yang dioperasikan oleh pemerintah China dan mengambil data pengguna.

Seruan uninstall TikTok ini ramai di media sosial hari ini. Tuduhannya adalah TikTok mengambil data-data pengguna tanpa izin. Dari manakah sebenarnya tudingan ini berasal.

Dalam penelusuran detikINET, tudingan ini akarnya dilontarkan oleh akun @YourAnonCentral, yang menulis namanya sebagai 'Anonymous'. Ia menyebut mengajak orang untuk menghapus TikTok karena sebenarnya aplikasi ini adalah malware yang dioperasikan oleh pemerintah China, demikian dikutip detikINET dari Forbes, Kamis (2/7/2020).

"Hapus TikTok sekarang; jika kamu tahu seseorang yang menggunakannya, jelaskan pada mereka kalau (TikTok) adalah malware yang dioperasikan oleh pemerintah China yang menjalankan operasi mata-mata secara masif," tulis akun dengan follower mencapai 6,4 juta.


Dalam kicauan tersebut juga disertakan tautan ke kicauan lain yang memposting 'bukti-bukti' mengenai data yang dikumpulkan oleh TikTok dari penggunanya. Dalam kicauan tersebut ada screenshot thread di forum Reddit dari seorang yang mengaku sebagai engineer yang melakukan reverse engineering terhadap aplikasi TikTok.

Dalam thread tersebut ia menyebut TikTok adalah layanan pengumpul data yang menyaru sebagai jejaring media sosial. Data yang dikumpulkan ini menurutnya sangat banyak, dari data hardware ponsel, aplikasi apa saja yang terinstal di ponsel, semua info terkait jaringan lokal pengguna, dan bahkan menurutnya TikTok juga mengumpulkan data GPS ponsel setiap 30 detik.

Akun Twitter yang sama sudah mulai 'mengkampanyekan' isu ini sejak awal Juni lalu. Tepatnya saat ia mengklarifikasi bahwa Anonymous tak mempunyai akun TikTok.

Ia juga menyamakan TikTok, yang menurutnya adalah spyware bikinan pemerintah China, dengan Facebook atau Instagram yang dijadikan spyware oleh pemerintah Amerika Serikat. Oleh karena itu, ada seruan untuk uninstall TikTok. Pihak TikTok belum mengeluarkan pernyataannya mengenai tudingan ini.



Simak Video "Dilarang di AS, TikTok Akan Gugat Keputusan Donald Trump"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)