Kelompok Hacker China dan Iran Serang Donald Trump

Kelompok Hacker China dan Iran Serang Donald Trump

tim - detikInet
Jumat, 05 Jun 2020 23:00 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi kasus corona di AS akan berakhir pada bulan Juli. Kok bisa?
Kelompok Hacker China dan Iran Serang Donald Trump. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Donald Trump yang kembali mencalonkan diri Presiden AS, jadi target serangan siber. Berdasarkan laporan Google, serangan tersebut dilakukan hacker yang disponsori China dan Iran.

Serangan berupa phising itu telah diamanati oleh Google Threat Analysis Group (TAG), sebuah divisi di keamanan Google yang melacak kelompok peretasan.

Sebagaimana dilansir dari Zdnet, Jumat (5/6/2020) masing-masing kelompok hacker yang disponsori China dan Iran mencoba melancarkan serangan kepada staf kampanye Donald Trump dan rivalnya Joe Biden.

"Baru-baru ini TAG melihat kelompok APT China menargetkan staf kampanye Biden dan APT Iran menargetkan staf kampanye Trump dengan phising," kata Kepala TAG Google Shane Huntley.

Akan tetapi, Huntley mengatakan Google tidak melihat ada tanda-tanda keberhasilan dari serangan tersebut. Kendati begitu, Google memberitahu pengguna yang ditargetkan oleh hacker menggunakan pesan bawaan Gmail untuk mengirim tanda bahaya tersebut.

Kasus serangan disponsori negara ini juga jadi bahan laporan kepada para penegak hukum di negeri Paman Sam.

Huntley memaparkan kelompok di balik serangan siber itu adalah APT31 yang membidik staf kampanye Biden dan APT35 yang menargetkan staf kampanye Trump.

Sebagai informasi, APT31 juga dikenal sebagai Zirconium yang merupakan kelompok peretas disponsori China yang mana telah aktif sejak 2016. Secara historisnya, mereka mengincar perusahaan asing untuk mencuri kekayaan intelektual hingga entitas diplomatik.

Menurut analis, grup tersebut memang mengalami lonjakan aktivitasnya baru-baru ini dan telah sangat aktif selama 45 hari terakhir.

Sedangkan APT35 dikenal Newscaster yang merupakan cyber-spionase yang disponsori Pemerintah Iran. Kelompok ini lebih lama dua tahun dari APT31 dan biasanya menargetkan militer AS dan Timur Tengah, personel diplomatik dan pemerintah, organisai di media, pangkalan industri energi dan pertahanan, sektor teknik, layanan bisnis, dan telekomunikasi.

"Kami sudah tahu sejak awal kampanye kami akan menjadi sasaran serangan semacam itu dan kami siap menghadapi mereka," kata Biden.



Simak Video "Donald Trump Resmi Larang TikTok di AS, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)