Data Pribadi Marak Dijual di Dark Web, Kalau Kena Bagaimana?

Data Pribadi Marak Dijual di Dark Web, Kalau Kena Bagaimana?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Sabtu, 23 Mei 2020 05:05 WIB
kejahatan cyber
Data mulai dari password sampai nomor kartu kredit dijual di dark web. Foto: Internet
Jakarta -

Keamanan data pribadi menjadi isu yang sangat penting di era sekarang dan acap kali di jual di dark web. Karena anonim, mudah sekali melakukan transaksi jual dan beli.

Memang apa saja sih yang dijual di dark web? Lalu apa yang bisa dilakukan jika kamu menemukan data milikmu bocor di sisi gelap internet?

Mengutip Credit Cards, hampir mustahil untuk secara betul-betul menghindari ancaman dark web. Berdasarkan laporan di tahun 2018 dari Identity Theft Resource Center, ada 1.244 cabang data yang bocor ke dark web.

"Mengingat prevalensi pembobolan data dan data menjanjikan lainnya, kemungkinan bahwa data Anda ada di dark web adalah memungkinkan," kata Eva Velasquez, CEO dari Identity Theft Resource Center.

Penjualan informasi di dark web memiliki rentang harga USD 5 - USD 100 lebih untuk info akun kartu kredit. Ada juga harga yang ditawarkan lebih dari USD 1.000 untuk paspor dan catatan medis. Waduh, terus harus bagaimana dong kalau ternyata data kamu jatuh ke tangan yang salah?


Sejumlah perusahaan telah meluncurkan layanan pemantauan dark web. Salah satunya Experian yang menawarkan IdentityWorks, serangkaian layanan gratis dan premium mulai dari pengawasan dark web hingga pemantauan kredit. Beberapa penerbit kartu kredit, seperti Discover, juga menambahkan monitoring para pasar gelap.

"Jika informasi Anda ada di web gelap, itu sudah dijual dan dijual lagi, kemungkinan besar berkali lipat," kata Brian Stack, wakil presiden Dark Web Intelligence di Experian.

Setelah bocor, maka akan sulit bahkan bisa dikatakan tidak akan bisa menghentikan penyebarannya. Maka, yang bisa kamu lakukan untuk meminimalisir adalah:

1. Jika kamu menemukan kartu kredit atau nomor rekening bank milik kamu di dark web, beri tahu penerbit kartu atau pemberi pinjaman agar mereka dapat membantu kamu menutup akun dan membuka yang baru
2. Apabila SIM atau paspor yang dibocorkan, hubungi bagian Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI)
3. Sementara itu, jika salah satu kata sandi kamu ada di dark web, ubah password di semua akun. Jangan lupa memperkuat dengan memberikan second-layer.



Simak Video "Kabar Data Bocor, Bhinneka.com Sarankan Pengguna Lakukan Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fyk)