Hacker Ini Pakai Ransomware untuk Serang Perusahaan Nakal

Hacker Ini Pakai Ransomware untuk Serang Perusahaan Nakal

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 22 Mei 2020 14:45 WIB
Hacker Rusia Berhasil Membobol Jaringan Komunikasi Pemerintah Jerman
Foto: DW (News)
Jakarta -

Sekelompok hacker melakukan serangan ransomware dan denial of service (DoS), itu bukan hal baru. Namun hacker ini hanya melancarkan serangan tersebut target tertentu yang dianggap layak, yaitu perusahaan nakal.

Perusahaan nakal yang dimaksud di sini adalah perusahaan yang menjalankan praktik penipuan. Salah satunya adalah penipuan pinjaman uang, yaitu korbannya dijanjikan bakal menerima pinjaman uang setelah mereka membayar uang tertentu ker perusahaan.

Namun faktanya, tak ada pinjaman uang yang diberikan, serta uang yang sudah dibayarkan tak akan dikembalikan, demikian dikutip detikINET dari Tech Radar, Jumat (22/5/2020).

Nama komplotan hacker yang melakukan serangan ini adalah CyberWare, yang menyebar ransomware bernama MilkmanVictory. Lewat Twitter CyberWare mengklaim kalau mereka membuat ransomware itu khusus untuk para penipu.

Ransomware ini disusupkan lewat sebuah file PDF yang dikirimkan lewat email. Mereka pun melakukan serangan denial of service (DoS) untuk membuat situs perusahaan penipu itu tak bisa online.

MilkmanVictory adalah ransomware yang masuk dalam kategori penghancur, alias wiper. Ransomware ini tak memberikan cara untuk mengontak pembuatnya juga tak mempunyai kunci enkripsi, dua hal yang lazim ada di ransomware lain untuk membayar uang tebusan.

Si korban hanya akan menerima pesan di komputer yang berbunyi: "Hello!, This computer has been destroyed with the MilkmanVictory Ransomware because we know you are a scammer! - CyberWare Hackers :-)".

Sejauh ini CyberWare mengklaim sudah menyerang perusahaan asal Jerman bernama Lajunen dengan DDoS dan menyusupkan ransomware ke sistem mereka.

Ransomware ini dibuat menggunakan HiddenTear, yang bisa dibilang adalah sebuah ransomware 'copy paste', yaitu trojan ransomware open source yang dibuat untuk Windows. Sampel awal dari ransomware ini tersedia di GitHub sejak Agustus 2015.

Namun penggunaan HiddenTear tanpa mengaktifkan kunci enkripsi membuat ransomware ini sebenarnya bisa didekripsi menggunakan brute force, demikian dikutip detikINET dari Tech Radar, Jumat (22/5/2020).



Simak Video "Polisi Ringkus Hacker Peretas Ribuan Situs di Dalam dan Luar Negeri!"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)