1,2 Juta Data Pengguna Bhinneka Dibobol, Ini Kata Menkominfo

1,2 Juta Data Pengguna Bhinneka Dibobol, Ini Kata Menkominfo

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 11 Mei 2020 14:01 WIB
Bhinneka
Foto: Dok. Bhinneka
Jakarta -

Kelompok peretas atau hacker ShinnyHunters mengklaim telah membobol dan menjual 1,2 juta data pengguna Bhinneka.com, e-commerce tertua di Indonesia. Kabar itu pun sampai ke telinga Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate.

Dalam situasi saat ini, belum diketahui apakah perwakilan Bhinneka akan dipanggil Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait dugaan peretasan data pribadi pengguna mereka.

"Bukan panggil-memanggil ya yang sekarang, tapi bagaimana mengatasinya, itu yang paling penting. Kalau panggil bisa saja, tapi yang paling penting adalah segera mengatasi karena ini data pribadi milik masyarakat itu yang harus dijaga," tutur Johnny dalam sambungan telepon kepada detikINET, Senin (11/5/2020).

Johnny mengungkapkan belum mengetahui apakah laporan kejadian peretasan data pribadi pengguna Bhinneka tersebut sudah diterima Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) atau belum.

"Saya belum cek, itu kan ke Ditjen Aptika. Saya dari pagi langsung ratas (rapat terbatas) dan baru selesai," ucapnya.

"Tetapi, sudah diketahui oleh publik ini disampaikan melalui media, maka Kominfo akan langsung berkoordinasi seperti dengan Tokopedia, Bukalapak, demikian dengan lain-lain, karena (peretasan data pengguna) ini bukan yang pertama," kata Johnny menambahkan.

Politikus Partai NasDem ini menjelaskan harus ada koordinasi bagaimana pengamanan yang dilakukan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) tersebut apabila terjadi serangan dari hacker.

Sebab PSE, termasuk Bhinneka, mempunyai kewajiban untuk melindungi data pribadi penggunanya agar tidak bocor, apalagi sampai diperjualbelikan tanpa seizin pemilik.

"Pemilik data yang katanya bocor itu harus dikasih tahu, terus langkah yang harus dilakukan agar terhindar dari dampak kerugian, seperti jangan sampai data keuangannya diambil dan rekening banknya disedot itu berbahaya, dan memberi solusi kepada pemilik data pribadi itu agar kerugiannya tidak berlanjut, memastikan bahwa kebocoran data yang terjadi itu benar-benar sudah diatasi," pungkasnya.



Simak Video "Menteri Teten Minta E-Commerce Sediakan Laman Khusus Produk UMKM"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)