Tega Banget! WHO Jadi Target Serangan Hacker Saat Wabah Corona

Tega Banget! WHO Jadi Target Serangan Hacker Saat Wabah Corona

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 25 Mar 2020 11:11 WIB
NEW YORK, NY - APRIL 15:  A hacker using a laptop computer at the Hacked By Def Con Press Preview during the 2016 Tribeca Film Festival at Spring Studios on April 15, 2016 in New York City.  (Photo by Rob Kim/Getty Images for Tribeca Film Festival)
WHO Jadi Target Serangan Hacker di Tengah Wabah Corona (Foto: Rob Kim/Getty Images)
Jakarta -

World Health Organization (WHO) menjadi target serangan hacker elit pada awal bulan ini. Serangan tersebut datang saat badan PBB tersebut berupaya menangani pandemi virus corona yang telah mendunia.

Dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (25/3/2020) Chief Information Security WHO Flavio Aggio mengatakan identitas hacker tersebut masih belum diketahui, tapi percobaan tersebut tidak berhasil. Ia menambahkan saat ini percobaan hacking yang menyerang WHO dan mitranya telah melonjak signifikan.

Percobaan membobol WHO pertama kali dilihat oleh Alexander Urbelis, seorang ahli keamanan siber yang melacak aktivitas registrasi domain internet yang mencurigakan. Pada 13 Maret, Urbelis menemukan sekelompok hacker yang ia ikuti telah mengaktifkan situs yang meniru sistem email internal WHO.

"Saya menyadari dengan cukup cepat bahwa ini merupakan serangan aktif terhadap World Health Organization di tengah pandemi," kata Urbelis kepada Reuters.

Urbelis menambahkan ia tidak mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas serangan ini. Tapi dua sumber yang mengetahui isu ini mencurigai peran kelompok hacker elite yang dikenal dengan nama DarkHotel.

Aggio kemudian memastikan situs yang dilihat Urbelis telah digunakan untuk mencoba mencuri password yang digunakan staf dari beberapa agensi. Ia mengatakan serangan terhadap WHO memang meningkat beberapa waktu belakangan.

"Tidak ada angka pasti, tapi percobaan serangan terhadap kami dan digunakannya situs yang meniru WHO untuk menargetkan orang lain telah melonjak lebih dari dua kali lipat," jelas Aggio.

Ahli keamanan siber telah memperingatkan bahwa hacker akan memanfaatkan pandemi virus corona untuk mencari keuntungan. Urbelis mengatakan ia telah melacak ribuan situs terkait virus corona yang diaktifkan dalam sehari yang sebagian besar jelas berbahaya.

"Sekitar 2.000 situs per hari. Saya tidak pernah melihat yang seperti ini," ucap Urbelis.

Tega Banget! WHO Jadi Target Serangan Hacker Saat Wabah Corona


Simak Video "WHO Sarankan Usia 60 Tahun Pakai Masker Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)