Jumat, 14 Feb 2020 19:13 WIB

Kolom Telematika

Membangun Pertahanan Semesta di Dunia Maya

Doni Ismanto - detikInet
An illustration picture shows a projection of binary code on a man holding a laptop computer, in an office in Warsaw June 24, 2013. REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo Membangun Pertahanan Semesta di Dunia Maya (Foto: Reuters/Kacper Pempel)
Jakarta -

Istilah Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta kembali menggema di Indonesia setelah sempat terkubur bersama jatuhnya Orde Baru pada 1998 lalu.

Sistem Pertahanan Semesta secara definitif melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman.

Di era Orde Baru, doktrin yang digagas almarhum Jenderal Abdul Haris Nasution itu dianggap paling fundamental dan dijalankan militer demi pertahanan dan keamanan negara pada saat itu.

Namun, seiring kejatuhan Presiden Soeharto, istilah ini pun memudar.


Wacana ini kembali muncul kala Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI pada 11 November 2019, dan disampaikan kembali usai menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) di lingkungan Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (23/1).

Menurut Prabowo, keamanan negara bisa berpengaruh terhadap iklim investasi. Bila keamanan terjaga dengan baik, iklim investasi dapat berjalan baik.

"Negara yang kuat, pertahanannya aman. Maka terjadi iklim yang damai. Iklim damai menjamin iklim ekonomi yang baik. Investasi, investor akan masuk, ini satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan," kata Prabowo kala itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4


Simak Video "BSSN Minta DPR Segera Sahkan RUU Keamanan Siber"
[Gambas:Video 20detik]