Jumat, 14 Feb 2020 19:13 WIB

Kolom Telematika

Membangun Pertahanan Semesta di Dunia Maya

Doni Ismanto - detikInet
An illustration picture shows a projection of binary code on a man holding a laptop computer, in an office in Warsaw June 24, 2013. REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo Membangun Pertahanan Semesta di Dunia Maya (Foto: Reuters/Kacper Pempel)

Era Digital

Munculnya kembali wacana pertahanan semesta rasanya relevan mengingat tengah terjadi revolusi di pengelolaan pertahanan secara global, di mana teknologi mulai dominan mengambil alih konsep militer lama.

Dalam pertahanan modern, alat sistem persenjataan utama (alutsista) semakin sarat dengan teknologi tinggi atau disebut dengan Revolution in Military Affairs (RMA).

Era digital juga telah mengubah lanskap ancaman terhadap sebuah negara. Dunia siber dan ruang angkasa kini menjadi bagian yang strategis dari sebuah negara selain teritori darat, laut, dan udara.

Dalam Buku Putih Pertahanan (2015) komunikasi digital atau 'ruang siber' telah menjadi domain kelima yang dapat dijadikan sebagai medan peperangan, selain darat, laut, udara dan ruang angkasa.

Digitalisasi dimana broadband sebagai vehicle telah menjadi ancaman nyata dari kekuatan nir militer yang 'menyerang' sebuah negara, selain tentunya juga menawarkan sejumlah peluang secara ekonomi.


Cyber warfare kini menjadi satu metode atau sarana untuk berperang (means of war), satu bagian dari keseluruhan operasi tempur.

Cyber weapon yang biasa digunakan adalah malware,yang sengaja didesain dan digunakan untuk menyakiti bahkan membunuh target atau merusak obyek sebagai konsekuensi suatu operasi serangan siber.

Sebuah operasi akan menggunakan berbagai model malware dan modus social engineering untuk mencapai tujuannya. Beberapa malware bahkan khusus dirancang untuk target tertentu. Biasanya untuk penggunaan Cyber Weapon ini kemampuan hacking sangat dibutuhkan.

Cyber weapon lainnya yang menarik perhatian adalah operasi informasi berbasis computational propaganda yang banyak melibatkan multiplatform media sosial. Model 'Operasi Informasi' ini bisa menganggu stabilitas politik, ekonomi, budaya, hingga sosial sebuah negara jika tak ditangani dengan baik.

Contoh nyata dari operasi informasi bisa dilihat dengan Pemilu di Amerika Serikat (AS) yang dimenangkan oleh Donald Trump atau Polling Brexit yang membuat Inggris keluar dari Uni Eropa.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4


Simak Video "BSSN Minta DPR Segera Sahkan RUU Keamanan Siber"
[Gambas:Video 20detik]