Kominfo: Jangan Klik Link Aneh dalam Hoax Virus Corona

Kominfo: Jangan Klik Link Aneh dalam Hoax Virus Corona

Adi Fida Rahman - detikInet
Senin, 03 Feb 2020 17:19 WIB
238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, sudah tiba di Batam. Mereka lantas dipindahkan ke 3 pesawat TNI AU yang akan membawanya ke Natuna.
Pengendalian virus corona. Foto: Kemlu RI
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo) mengingatkan untuk tidak menyebarkan hoax virus corona. Tidak saja bisa memicu keresahan, tapi juga rentan terkena malware.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan tiap ada topik yang tengah jadi pembicaraan atau pembahasan hangat di masyarakat dimanfaatkan pihak-pihak untuk menyebarkan malware. Karena itu masyarakat harus hati-hati bilamana mendapatkan informasi baik di media sosial, email maupun SMS.

"Malware nempelnya di hoax-hoax ini supaya bisa memancing penasaran orang untuk membuka. Jadi jangan sembarangan membuka apalagi tidak tahu siapa yang mengirimkannya," tutur pria yang kerap disapa Sammy itu saat konferensi pers terkait hoax virus corona di Kantor Kominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Untuk mencegah peredaran malware hoax corona di Tanah Air, pihak Kominfo akan berkolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Mereka akan memonitor malware yang masuk ke Indonesia.

Tapi yang terpenting saat ini masyarakat tidak mengklik link atau perintah download yang terdapat di konten hoax. Karena kemungkinan besar hacker menaruh malware di situ.

"Jadi hati-hati mengklik konten (hoax) terkait virus corona supaya masyarakat tidak terkena malware yang merugikan karena akan di situ mereka akan mengambil alih gadget dan data kita," tegas Sammy.

Diberitakan sebelumnya Laporan dari tim keamanan Kaspersky mengungkap adanya malware yang bersembunyi di balik file video, dokumen dan PDF cara pencegahan virus corona yang dikirimkan ke email. Bentuknya berupa lampiran yang apabila dibuka akan dapat menginfeksi HP dan perangkat komputer.

Bila telah terinfeksi, hacker mampu memblokir perangkat, menyalin atau mengubah data pada perangkat, atau bahkan mencuri dari folder pengguna.

"Virus corona sedang hangat dibahas sehingga digunakan sebagai umpan oleh penjahat cyber. Sejauh ini kami telah menemukan 10 file yang mengandung malware," ungkap Anton Ivanov, analis malware Kaspersky.

Menurutnya aksi hacker menunggangi topik populer memang sering terjadi. Karenanya seiring merebaknya virus corona, diyakini Ivanov akan semakin banyak pula malware yang tersembunyi di file dokumen palsu.

Untuk itu dia menyarankan agar berhati-hati bila menerima email atau pun link terkait virus corona. Jangan pula asal mem-forward ke orang lain.

Ivanov menganjurkan untuk merujuk informasi ke sumber resmi seperti WHO, lembaga atau organisasi kesehatan. Dan tak kalah penting untuk mempelajari ekstensi file lampiran yang mencurigakan.

"Lihatlah ekstensi file yang diunduh. Dokumen dan file video seharusnya tidak dibuat dalam format .exe atau .lnk," pungkasnya.



Simak Video "Tambah 3.989, Total Kasus Positif Covid-19 di RI Jadi 244.676"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)