Seluk Beluk VPN Gratisan Buat Akali Pembatasan WhatsApp - Halaman 2

Round Up

Seluk Beluk VPN Gratisan Buat Akali Pembatasan WhatsApp

Tim detikinet - detikInet
Jumat, 24 Mei 2019 07:17 WIB
Halaman ke 2 dari 2
Foto: Atsushi Tomura/Getty Images

"Layanan VPN free ini kan harus bikin kita tanda tanya dulu ya, kenapa orang mau "baik" beri gratisan. Padahal kan menyediakan layanan VPN publik harus punya server, bandwidth, IP di beberapa negara dan lain-lainnya, yang berarti harus mengeluarkan biaya tiap bulan," demikian peringatan lain dari gadget enthusiast Lucky Sebastian mengenai potensi bahaya memakai VPN gratis yang asal-asalan.

"Jadi kemungkinan ada trade-off yang harus dibayar oleh pengguna. Nah kalau bukan uang atau biaya berlangganan VPN, berarti ada yang lain, yang bisa diambil oleh penyedia layanan untuk membiayai layanan free VPN ini," papar dia.

Lebih lanjut, Lucky menjelaskan beragam hal dilakukan pemberi layanan VPN gratis ini untuk membiayai layanannya. Biasanya dengan membuat log atau memetakan kebiasaan pengguna. Misalnya mengunjungi website apa saja, jam berapa, berapa lama, apa yang dibeli kalau mengunjungi e-commerce, apa yang sering dilihat, apa yang di-download, dan sebagainya.

"Data ini harganya mahal kalau dijual atau digunakan sebagai analitik. Kemudian bisa juga pengguna harus trade dengan adware atau iklan, bukan sekadar iklan yang tampil di layanan saat koneksi, tetapi adware, VPN bisa menginject aplikasi adware yang running di background," sebut pendiri Gadtorade ini.

Paling parah adalah memasukkan malware dalam rangka untuk mencuri data dan lain sebagainya. Studi keamanan data di tahun 2017 menemukan dari 300 VPN, 38% memiliki advertising atau adware dan malware. Kemudian 84% penyedia layanan membocorkan trafik data penggunanya, ke pihak lain dan 18% tidak memiliki enkripsi.

Lucky mencontohkan kasus Hola VPN pada tahun 2015 yang pernah menggunakan database yang dia kumpulkan dari pengguna free VPN-nya untuk botnet DDoS.

"Jadi pembuat free VPN ini bisa punya intensi yang beragam. Paling banyak ya memetakan log dan kebiasaan untuk analitik berbagai keperluan, iklan, layanan, produk, mengetahui kebiasaan demografik, dan lain-lain," pungkas Lucky.

Tidak Perlu Anti VPN Gratisan Asalkan…

Dikatakan lagi oleh Alfons Tanujaya, prinsip dasarnya adalah, menggunakan VPN itu aman dan pasti lebih baik dari tidak pakai VPN. Kalau VPN yang jelas vendornya malah sangat direkomendasikan untuk dipakai.

Alfons mencontohkan salah satu bank yakni BCA, justru mengharuskan penggunaan VPN untuk mengakses KlikBCA bisnis. Kalau tidak pakai VPN, tidak bisa terkoneksi ke salah satu layanannya tersebut. Dia menyebut ada sejumlah VPN gratis yang aman. Cara mengecek dengan melihat kredibilitas vendor yang membuat VPN tersebut.

"Kalau usernya sampai ratusan juta dan perusahaannya cukup besar dan menjalankan bisnisnya sudah lama harusnya cukup aman. Lihat di toko aplikasi, berapa banyak yang install dan review usernya," Alfons memberikan saran.

Dijelaskan Alfons, VPN tidak aman kerap dimanfaatkan cracker untuk mendapat informasi kredensial dengan cara memberikan VPN gratis. Jadi, mereka hanya modal server terkoneksi ke internet, lalu membagikan IP-nya di web daftar VPN gratis dan otomatis akan banyak penggemar freebie yang menggunakan VPN gratisan tersebut.

"Nah disinilah trafik yang lewat disaring dan berusaha dipecahkan. Banyak kredensial penting terkandung dalam koneksi internet kita," kata Alfons.

Sebaliknya, VPN yang aman, disediakan perusahaan yang bergerak di bisnis VPN. Mereka profesional dan terikat kode etik keamanan, sehingga seharusnya aman digunakan. "Perusahaan-perusahaan ini, kalau mereka macam-macam sama VPN-nya, mereka tidak akan berani karena mengorbankan bisnis dan nama mereka bisa rusak," terang Alfons.

Sebagai tambahan, Alfons mengatakan penggunaan VPN juga akan sangat menolong agar terhindar dari pemindaian saat memanfaatkan koneksi WiFi gratis.

"Pakai free WiFi risikonya besar karena semua data kita lewat ke server WiFi, karena itu untuk mengamankannya harus mengaktifkan VPN. Jadi pakai internet banking tanpa VPN tapi di free WiFi sama bahayanya dengan pakai internet banking dengan free VPN tapi tidak jelas vendornya," tutupnya.



(fyk/fyk) (fyk/fyk)