Sabtu, 18 Mei 2019 14:01 WIB

Geng Kejahatan Siber yang Curi Rp 1,4 Triliun Dibekuk

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Jaringan kejahatan siber global yang beraksi menggunakan malware GozNym untuk mencuri USD 100 juta (Rp 1,4 triliun) dari korban telah dibekuk oleh Europol.

Dilansir detikINET dari Mashable, Jumat (17/5/2019) lima anggota dari geng ini telah ditangkap di Georgia, Moldova, Ukraina dan Rusia, sedangkan lima lainnya masih buron. Pengembang malware GozNym yang merupakan warga negara Rusia termasuk salah satu anggota yang masih buron.



Semua anggota jaringan ini telah dituntut di Pittsburgh, AS atas tuduhan konspirasi untuk menginfeksi komputer dengan malware, mencuri kredensial login dan menggunakannya untuk mencuri uang dari rekening korban.

Geng ini biasanya menyerang bisnis kecil, firma hukum, perusahaan internasional dan organisasi nirlaba di AS dengan menggunakan malware GozNym. Europol memperkirakan jaringan kriminal ini mencuri dari lebih dari 41.000 korban menggunakan malware tersebut.

Operasi mereka terhitung cukup sederhana. Awalnya mereka menginfeksi komputer dengan malware GozNym dan menunggu hingga korban menginput password online banking mereka. Setelah itu, mereka akan membobol rekening bank tersebut, mengambil uangnya dan kemudian dicuci lewat rekening bank AS dan asing.



Kelompok ini terbilang sangat mahir dan dapat dengan mudahnya merekrut anggota. Bahkan mereka bisa mengenkripsi malware tersebut agar lebih sulit untuk dideteksi menggunakan anti virus.

Malware GozNym sendiri merupakan bentuk malware hybrid gabungan dari dua malware, Gozi IFSB dan Nymaim. Gozi sebelumnya sering digunakan untuk menyerang institusi keuangan di AS, dan Nymaim biasanya digunakan untuk menyebarkan ransomware. (vim/vim)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed