Rabu, 15 Mei 2019 12:55 WIB

Kehebatan Teknologi Israel yang Diduga Terobos WhatsApp

Fino Yurio Kristo - detikInet
1 Berhubungan dengan Pemerintah Israel?
Halaman 2 dari 2
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
FOKUS BERITA Spyware WhatsApp Call

Berkantor pusat di Gerzlia, Israel, NSO Group didirikan oleh Imri Lavie dan Shalev Hulio yang juga pemegang saham. Hulio pernah bekerja di militer dan Lavie dulunya pegawai pemerintah Israel.

NSO pun sering dikait-kaitkan dengan pemerintah Israel. Sedikitnya tiga dari karyawannya bekerja di Unit 8200, lembaga keamanan pemerintah Israel semacam National Security Agency di Amerika Serikat. Bahkan ada pula yang bekerja di Mossad.

"Kami menjual Pegasus dalam rangka mencegah kriminal dan teror," sebut Hulio. Ia menyatakan lembaga intelijen mendatangi mereka karena kurang mampu lagi melacak data penting dari smartphone versi baru.

NSO Group sudah menepis keterlibatannya dalam serangan WhatsApp. "Dalam keadaan seperti apapun tak mungkin NSO terlibat dalam operasi ataupun mengidentifikasi target menggunakan teknologinya, yang hanya dioperasikan oleh badan intelijen atau penegak hukum (dari sebuah negara)," tulis NSO Group dalam pernyataannya.

NSO menyebut teknologinya itu dilisensi ke badan pemerintahan, dan hanya digunakan untuk memerangi kejahatan dan terorisme. Badan-badan pemerintahan itulah yang akan memutuskan bagaimana teknologi itu digunakan dan tanpa keterlibatan NSO.

Beberapa pengamat sebenarnya sudah lama khawatir teknologi NSO disalahgunakan. "Teknologi ini digunakan oleh para diktator yang bisa melakukan operasi siber global dengan hanya membelinya," kata Ron Deibert dari Citizen Lab, lembaga pengawas hak asasi manusia di Kanada.

Sudah tentu, teknologi mata-mata secanggih itu tidak murah. Media di Panama pernah melaporkan bahwa pemerintahnya membayar USD 8 juta untuk memakai Pegasus. Pada tahun 2018, pendapatan NSO mencapai USD 250 juta.

Saking powerfulnya teknologi NSO, Kementerian Pertahanan Israel meregulasi penjualannya. Namun tidak diketahui secara persis siapa saja penggunanya dan untuk tujuan apa.

Vendor seperti Apple tentu tak tinggal diam dan konsisten menutup celah keamanan agar tak dimanfaatkan spyware semacam Pegasus. Tapi kabarnya, NSO selalu bisa menemukan celah keamanan baru untuk dimanfaatkan oleh spyware buatannya.

(fyk/krs)
FOKUS BERITA Spyware WhatsApp Call