Kamis, 25 Jan 2018 08:54 WIB

Duh! Rp 2.419 Triliun Digondol Hacker dari Pengguna Internet

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Reuters/Kacper Pempel Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta - Salah satu firma keamanan siber dunia mengemukakan fakta mencengangkan. Sebanyak Rp 2.419 triliun berhasil digondol hacker dari aksi menipu pengguna intenet.

Sepanjang 2017, para peretas berhasil menggondol 130 miliar poundsterling (Rp 2.419 triliun) dari tangan konsumen pengguna internet, sebagaimana dilaporkan oleh Norton. Uang tersebut dihasilkan dari 987 juta korban kejahatan siber di seluruh dunia.

Kehilangan yang ditanggung oleh para korban pun tidak hanya uang. Jika dirata-rata, setiap korban menghabiskan hampir dua hari kerja untuk mengatasi masalah pasca serangan terjadi.

Untuk di level bawah, umumnya serangan siber ini dilakukan dengan melakukan trik untuk mengelabui individu agar membagikan informasi personal mereka melalui email palsu, dengan sedikit uang yang dapat dihasilkannya.

Sedangkan dalam bentuk yang lebih kompleks, kejahatan siber menghabiskan dana korbannya lebih besar, seperti penipuan bantuan teknis, ransomware, dan pembelian palsu.

Jika dirata-rata, masing-masing kejahatan tersebut menguras uang tiap korbannya senilai 44 poundsterling (Rp 819 ribu), 111 poundsterling (Rp 2 juta), dan 166 poundsterling (Rp 3 juta).

Norton pun mengungkapkan bahwa hal tersebut dapat terjadi karena korban dari serangan siber tidak melakukan perlindungan yang cukup terhadap sistem perangkat mereka secara online.

Dalam laporan yang dibuatnya, masih banyak orang-orang yang membagikan password dari sejumlah akun mereka dengan pengguna internet lain. Selain itu, tidak sedikit juga yang masih menggunakan password serupa terhadap berbagai akun mereka di sejumlah platform.

Parahnya, meskipun tidak melakukan tindakan pencegahan yang cukup, lebih dari 25% korban serangan siber percaya bahwa diri mereka aman dari kejahatan dunia maya.

"Meskipun beragam kejadian serangan siber sudah diberitakan sejumlah media, namun masih terlalu banyak orang yang beranggapan dirinya 'tidak terlihat' dan tidak mengambil langkah-langkah yang sebenarnya sederhana untuk melindungi diri mereka," ujar Nick Shaw, General Manager Norton untuk kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. (afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed