Kaspersky Dicekal Pemerintah Amerika Serikat

Kaspersky Dicekal Pemerintah Amerika Serikat

Adi Fida Rahman - detikInet
Kamis, 13 Jul 2017 07:50 WIB
Foto: internet
Jakarta - Dampak memburuknya hubungan Amerika Serikat dan Rusia kini makin meluas. Antivirus asal Rusia, Kaspersky kini dilarang penggunaannya di Negeri Paman Sam.

Pemerintahan Donald Trump telah menghapus nama Kaspersky Lab dari daftar vendor untuk pembelian perangkat teknologi yang akan digunakan oleh instansi pemerintahan. Alasannya dikhawatirkan produk keamanan Kapersky menjadi jalur yang digunakan Kremlin untuk masuk ke jaringan di AS.

Hal tersebut menjadi tindakan konkrit dari kecurigaan badan intelijen dan parlemen AS yang muncul sejak beberapa bulan lalu. Mereka meyakini perusahaan antivirus yang bermarkas di Moskow itu punya hubungan erat dengan badan intelijen Rusia yang berada dibalik serangan cyber ke Amerika Serikat.

Dalam sebuah pernyataan juru bicara perintah AS mengatakan saat ini semua produk Kaspersky telah dihapus dari daftar kontrak bagian General Service Administration (GSA) AS yang mencakup layanan teknologi informasi dan peralatan fotografi digital.

"Tindakan ini diambil setelah mereview dan mempertimbangkan dengan sangat hati-hati. Sudah menjadi prioritas GSA untuk menjaga integritas dan keamanan sistem dan jaringan pemerintahan," kata juru bicara pemerintah yang dikutip dari Reuters, Kamis (13/7/2017).

Kaspersky Dicekal Pemerintah Amerika SerikatFoto: internet


Kendati ada keputusan ini, instansi pemerintah masih dapat menggunakan produk Kaspersky. Namun pembeliannya terpisah dari kontrak GSA.

Pihak Kaspersky sendiri telah menanggapi kabar dilarangnya mereka di AS. Dalam sebuah pernyataan, pihak Kaspersky Lab mengaku belum menerima kabar dari pihak GSA maupun lembaga pemerintah AS lainnya terkait status vendornya.

"Kaspersky Lab tidak memiliki hubungan dengan pemerintah, dan perusahaan tidak pernah membantu, tidak akan membantu, setiap pemerintah di dunia dengan upaya spionase cyber," kata pihak Kaspersky.

"Kami telah terperangkap di tengah pertarungan geopolitik di mana masing-masing pihak mencoba menggunakan perusahaan sebagai pion dalam permainan politik mereka," imbuh pihak Kaspersky.

Seperti diketahu bulan lalu Senat Komite Angkatan Bersenjata AS meloloskan RUU tentang kebijakan anggaran pertahanan. Poin di dalamnya dapat melarang produk Kaspersky digunakan di lembaga militer. Langkah tersebut muncul sehari setelah FBI mewawancarai beberapa karyawan Kaspersky AS di kediaman mereka sebagai bagian dari penyelidikan kontraintelijen.

Pada bulan Mei, dalam kesaksiannya di depan Komite Intelijen Senat, pejabat senior intelijen mengatakan perlunya mengkaji penggunaan pemerintah perangkat lunak dari Kaspersky Lab. Anggota parlemen AS pun turut menghembuskan kecurigaan bahwa Moskow mungkin menggunakan produk Kaspersky untuk menyerang jaringan komputer Amerika. (afr/fyk)