Toko Online, Berani Jamin Belanja Aman?

Toko Online, Berani Jamin Belanja Aman?

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Selasa, 11 Agu 2015 08:10 WIB
Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta - Symantec menantang seluruh online shop yang ada di Indonesia untuk membuat musim belanja pada masa liburan tahun ini sebagai musim belanja teraman dalam sejarah.

Tantangan ini disampaikan oleh vendor keamanan jaringan melihat masih tingginya tingkat kerentanan saat belanja online dalam beberapa tahun terakhir. Di 2014 lalu, kerentanan Heartbleed telah berhasil membuat setengah juta situs berisiko. Kondisi ini mau tak mau meningkatkan kesadaran akan pentingnya enkripsi SSL/TLS yang kuat.

Menurut Symantec, situs internet di seluruh dunia untuk perbankan, layanan kesehatan, pemerintahan, pendidikan dan media sosial mengandalkan enkripsi SSL untuk membantu menjaga keamanan data mereka dan data pelanggan.

Secara khusus pedagang online bergantung pada SSL untuk memastikan tautan aman untuk transaksi keuangan dan untuk menjaga informasi sensitif tetap aman. Tapi pengaturan enkripsi SSL adalah proses teknis, dan bagi banyak pemilik situs web hal ini dapat menjadi terlalu rumit.

"Makin maraknya belanja online di Indonesia, seharusnya juga diiringi dengan sistem keamanan yang memadai untuk melindungi penggunanya. Symantec membuat sistem yang mampu menjawab tantangan tersebut," tulis Yuh Woei, Senior Director ASEAN Symantec, Selasa (11/8/2015).

Symantec merilis versi yang telah disempurnakan dari alat enkripsi yang terbaik di kelasnya, Symantec SSL Assistant Plus, untuk memudahkan para pedagang online dan situs lainnya untuk mengenkripsi dan menjaga pelanggan mereka tetap aman.

"Dengan Symantec SSL Assistant Plus, kami memberikan nilai ekstrim dengan melebihi penawaran gratis dengan membuat proses enkripsi sebuah situs sederhana dan intuitif sama seperti menginstal aplikasi pada smartphone.

"Selain itu, ini didukung oleh organisasi dukungan teknis kelas dunia dan menawarkan rasa aman karena dibuat oleh para ahli keamanan. Tujuan kami adalah untuk membuat website yang lebih aman karena kurang dari satu persen situs online saat ini yang dienkripsi dan menggunakan sertifikat," Woie menambahkan.

Symantec SSL Assistant Plus memangkas waktu yang dibutuhkan untuk mengatur enkripsi menjadi beberapa menit dengan menghapus langkah-langkah sulit yang memerlukan pengalaman teknis. Ini mengotomatisasi proses konfigurasi secara menyeluruh, memberikan pelanggan jaminan bahwa konfigurasi server mereka aman dan bebas dari kerentanan.

Menurut Internal Studi Symantec yang dilakukan pada bulan Februari 2015, mengamankan sebuah situs dan menggunakan pengaman Norton Secured menghasilkan peningkatan 27% pada kemungkinan pembelanja menyelesaikan pembelian mereka.

Dengan SSL Assistant Plus, empat peringatan browser yang paling umum akan jadi masa lalu. Dengan koneksi yang aman, situs e-commerce dapat mengurangi jenis peringatan browser yang menakuti pembeli online dari situs mereka. Enkripsi SSL memperingatkan pembeli online bahwa informasi mereka aman dengan menunjukkan ikon gembok di address bar.

Symantec SSL Assistant Plus memungkinkan pemilik situs web untuk menggunakan sertifikat Domain Validation (DV), serta sertifikat Organization Validation (OV) dan Extended Validation (EV), yang memverifikasi organisasi atau bisnis sesungguhnya yang ada di balik situs web.

Ketika situs juga menggunakan sertifikat EV dengan SSL, pembeli akan melihat address bar berubah menjadi hijau dan menyertakan nama pemilik situs. Hal ini memberikan bisnis dari berbagai lapisan kekuatan enkripsi yang sama untuk melindungi diri mereka sendiri dan pelanggan mereka melakukan belanja online dengan retailer terbesar di dunia.

(rou/rou)