Kisah Hacker Remaja Buronan FBI

Kisah Hacker Remaja Buronan FBI

- detikInet
Rabu, 22 Jun 2011 16:51 WIB
Jakarta - Ryan Cleary, seorang remaja usia 19 tahun asal Inggris dibekuk polisi. Diduga kuat, ia terlibat dalam kelompok Lulz Security. Grup hacker ini menimbulkan kegemparan karena menyerbu berbagai website papan atas seperti CIA, Senat Amerika Serikat dan Sony.

Penangkapan Ryan melibatkan kepolisian Inggris Scotland Yard dan Federal Bureau Investigation (FBI), lembaga intelijen Amerika Serikat. Jelas, Ryan adalah buronan yang dianggap cukup penting.

Bahkan, sebanyak sepuluh mobil polisi mendatangi rumah Ryan dan aparat menginterogasinya selama 5 jam. Dilaporkan, ia juga menghadapi kemungkinan diekstradisi ke Amerika Serikat dan diadili di sana.

Sumber kepolisian meyakini Ryan adalah pemain penting di kelompok hacker LulzSec. Apalagi dalam kehidupan kesehariannya, Ryan dikenal penyendiri dan hampir selalu sibuk mengutak atik komputer di kamarnya.

Terobsesi Komputer

Rita, ibu Ryan, menyatakan anaknya mengalami gangguan attention deficit disorder dan sudah empat tahun tak meninggalkan rumah. Sehari-hari, dia menghabiskan waktu di komputer kamarnya yang memiliki dua monitor.


"Dia hanya keluar untuk ke kamar mandi. Aku biasa meletakkan makannya di luar kamar. Dia tidak pernah pergi keluar rumah sama sekali," kata Rita, dilansir DailyMail dan dikutip detikINET, Rabu (22/6/2011).

Karena sulit mengikuti pelajaran di sekolah normal, Ryan pernah bersekolah di sekolah khusus. Dia juga pernah melakukan percobaan bunuh diri sehingga penangkapan tersebut membuat sang ibu khawatir.

"Dia bisa melukai atau bahkan bunuh diri. Dia memang sangat pintar namun memiliki kebutuhan khusus yang kompleks," tutur Rita.

Polisi menyatakan penangkapan Ryan adalah bagian dari investigasi internasional. "Penangkapan ini adalah hasil investigasi gangguan jaringan di lembaga bisnis internasional dan intelijen oleh sebuah kelompok," kata juru bicara Scotland Yard.

Namun pihak Lulz Security membantah bahwa Ryan adalah bagian atau pemimpin dari kelompok mereka. Hal itu mereka sampaikan di akun Twitter-nya yang kini sudah memiliki banyak pengikut.


 
(fyk/ash)