×
Ad

3 dari 5 Kepunahan Massal Bumi Diduga Tak Sedahsyat Perkiraan

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 27 Okt 2026 18:42 WIB
Ilustrasi kepunahan massal. Foto: The Brighter Side News
Jakarta -

Para ahli paleontologi menggunakan pembelajaran mesin (machine learning) untuk menyusun catatan fosil menjadi garis waktu prasejarah Bumi yang berpotensi paling akurat yang pernah dihasilkan, dan hal ini menantang kisah yang sudah umum diketahui bahwa ada lima kepunahan massal.

Catatan fosil menunjukkan bahwa kepunahan tidak konsisten. Yang paling terkenal, sejumlah besar spesies Cretaceous tidak pernah terlihat lagi setelah planet ini diguncang oleh tumbukan Chicxulub, tetapi ini bukanlah kehilangan keanekaragaman hayati terburuk yang pernah diderita Bumi.

Pada akhir periode Permian, misalnya, penurunan keanekaragaman dalam catatan fosil menunjukkan bahwa proporsi spesies yang hidup sebelumnya telah punah dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Tiga kepunahan massal lainnya, yaitu akhir Ordovisian, akhir Devonian, dan akhir Trias, secara tradisional juga diidentifikasi, dan klaim telah dibuat untuk satu lagi di zaman Ediacaran ketika catatan fosil jauh lebih tidak lengkap, di samping beberapa lainnya.

Kini, menggunakan kemampuan pengenalan pola yang sama dengan memanfaatkan sebuah model bernama OneStrata, ilmuwan mengungkap resolusi temporal yang jauh lebih tinggi untuk peristiwa-peristiwa ini.

Para paleontolog mengidentifikasi kepunahan dengan melihat keberadaan atau ketiadaan spesies selama interval jutaan tahun. Kita tahu catatan fosil tidak lengkap, tetapi jika suatu spesies ditemukan secara luas selama periode satu juta tahun dan tidak ditemukan di batuan yang lebih muda, masuk akal untuk berasumsi bahwa spesies tersebut punah sekitar waktu itu. Jika cukup banyak spesies menghilang di blok batuan yang sama, maka terjadilah kepunahan massal.

Namun, satu juta tahun adalah waktu yang sangat lama. Sebagian besar spesies yang hilang selama kepunahan massal Cretaceous, yang juga dikenal sebagai peristiwa K-Pg, diperkirakan telah punah dalam waktu kurang dari satu atau dua tahun. Kepunahan massal lainnya diperkirakan terjadi dalam rentang waktu 100 ribu tahun atau kurang, tetapi dibutuhkan banyak upaya untuk menghasilkan garis waktu dengan resolusi lebih tinggi dibandingkan satu juta tahun.



Simak Video "Video: Paleontolog Temukan Fosil Dinosaurus yang Hidup 230 Juta Tahun Lalu"


(rns/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork