×
Ad

Microsoft Klaim AI 4 Kali Lebih Akurat Diagnosis Penyakit dari Dokter

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 26 Okt 2026 11:10 WIB
Foto: Getty Images/Craig T Fruchtman
Jakarta -

Microsoft melontarkan klaim besar terkait penggunaan AI dalam dunia medis. Mereka menyebut sistem AI terbaru garapannya mampu mendiagnosis berbagai kondisi penyakit hingga empat kali lebih akurat dibandingkan dokter manusia.

Riset ilmiah mengenai terobosan ini telah resmi dipublikasikan di salah satu jurnal ilmiah paling bergengsi di dunia, Science. Temuan ini menjadi fondasi awal Microsoft dalam mewujudkan ambisi besar mereka mengembangkan kecerdasan buatan medis tingkat tinggi (medical superintelligence).

Diotaki GPT-5, Bekerja Layaknya Panel Dokter Spesialis

Sistem yang diberi nama Diagnostic Orchestrator ini ditenagai oleh model AI canggih OpenAI, GPT-5.

Tidak seperti chatbot AI biasa yang sekadar memberikan jawaban instan, Diagnostic Orchestrator mengandalkan arsitektur banyak agen (multi-agent). Sistem ini bekerja meniru proses penalaran tim medis atau diskusi panel dokter spesialis:

  1. Menganalisis Riwayat: Menyisir riwayat medis dan gejala klinis pasien.
  2. Menentukan Pemeriksaan: Memutuskan jenis tes laboratorium atau pemindaian yang perlu dilakukan.
  3. Menarik Diagnosis: Menimbang berbagai kemungkinan sebelum menetapkan diagnosis akhir secara presisi.

Pengujian ini menggunakan tolok ukur (benchmark) baru bernama SDBench yang dikembangkan Microsoft dari ratusan laporan kasus medis nyata.

Akurasi Tembus 83%, Libas Kasus Gawat Darurat

Hasil pengujian menunjukkan keunggulan mutlak dari sistem AI kembangan Microsoft saat diadu dengan dokter manusia:

  • Kasus The New England Journal of Medicine (NEJM): Diagnostic Orchestrator mencatatkan tingkat akurasi diagnosis mencapai 83%. Angka ini melibas kemampuan dokter umum manusia yang hanya meraih akurasi 36% (meski dibantu buku rujukan) dan 22% (tanpa rujukan).
  • Kasus Unit Gawat Darurat (UGD): Pada data pasien UGD dari Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston, sistem AI Microsoft meraih akurasi 80%, jauh di atas rata-rata dokter manusia yang mencatatkan akurasi 47%.

Selain lebih akurat, sistem AI ini juga mampu merumuskan langkah penanganan dengan estimasi biaya tes laboratorium yang lebih efisien dibandingkan estimasi dokter manusia.

Bukan Pengganti Dokter, Segera Diuji di Rumah Sakit

CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, menyebut pencapaian ini sebagai tonggak sejarah penting di industri kesehatan global.

"Masa itu akhirnya tiba. Ini adalah tonggak sejarah besar dalam perjalanan panjang integrasi AI di dunia medis," ujar Suleyman, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Senin (26/10/2026).

Meski begitu, Microsoft menyadari bahwa pengujian pada data historis berbeda dengan dinamika nyata di lapangan. Oleh karena itu, Head of Health AI Microsoft, Dr. Dominic King, mengonfirmasi bahwa perusahaan bakal segera menguji sistem ini secara langsung di lingkungan klinis rumah sakit Beth Israel Deaconess Medical Center dalam beberapa bulan ke depan.

Suleyman menegaskan bahwa kehadiran AI diproyeksikan untuk mengubah lanskap pelayanan kesehatan menjadi lebih baik, bukan untuk menggantikan posisi tenaga medis.

AI akan mengambil alih tugas-tugas analisis rumit yang menjenuhkan, sehingga dokter manusia dapat memfokuskan lebih banyak waktu berkualitas untuk merawat pasien secara langsung.



Simak Video "Video Microsoft PHK Besar-besaran di Saat Perusahaan Genjot Investasi AI"

(asj/asj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork