Insiden FlyDubai disebut Israel sebagai serangan teroris dari kopilot asal Oman. Tapi kisah heroik penyelamatan, ditantang logika ilmu penerbangan dan fisika.
Diberitakan Reuters, Senin (5/10/2026) FlyDubai FZ1073 anjlok 16.000 kaki dalam 30 detik saja. Untuk memahami kondisi ekstrem ini, instruktur penerbangan melakukan simulasi ulang didampingi wartawan Reuters.
Pemilik ALPA Simulation di Kota Sherfield, Inggris, Alberto Paduanelli melakukan reka ulang penerbangan Boeing 737 MAX 8 FlyDubai FZ1073. Komentar pertamanya sudah langsung mendebarkan.
"Anjlok 16 ribu kaki dalam 30 detik itu akan membuat kamu merasa naik roller coaster yang sangat vertikal," kata Paduanelli.
Artinya pesawat anjlok 544 kaki (166 meter) perdetik. Hal ini setara gedung 44 lantai. Sekarang bayangkan itu terjadi selama 30 detik!
Dalam kejadian itu, Paduanelli mengatakan terjadi kondisi gravitasi negatif pada tubuh manusia. "Semua penumpang yang tidak pakai sabuk pengaman, akan terangkat dari kursi mereka," kata dia.
Lewat simulasi ini ketahuan kalau sistem autopilot mati begitu pesawat menghujam. Akibatnya kecepatan pesawat bertambah. Risiko yang dihadapi adalah pesawatnya pecah. Menukik dengan kecepatan tinggi pada waktu lama akan menekan batas ketahanan beban aerodinamis pesawat.
"Hanya keajaiban saja yang luka cuma kapten pilot dan lalu ada dua pilot lain turut menumpang pesawat," kata Paduanelli.
Memang sungguh ajaib, dari beraneka video yang beredar. Para penumpang baik-baik saja, kondisi kabin pun tetap rapi dan normal. Atau, justru di situ anehnya?
Simak Video "NGOPI x Telkomsel 5G : Powered by AI: Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa"
(fay/fyk)