Lebih dari satu abad setelah para arkeolog menemukan makam Tutankhamun, para peneliti meyakini bahwa makam Nefertiti yang telah lama hilang mungkin tersembunyi di baliknya.
Tutankhamun naik takhta sekitar tahun 1333 SM, saat baru berusia 9 tahun. Pemerintahannya berakhir menyusul kematiannya yang terlalu dini sekitar satu dekade kemudian. Sementara itu, kisah hidup Nefertiti masih diperdebatkan.
Ia adalah istri Firaun Akhenaten, yang kemungkinan besar merupakan ayah Tutankhamun, dan juga diyakini ibu tiri raja muda tersebut. Beberapa sejarawan berpendapat Nefertiti sempat memerintah sejenak sebagai firaun. Lokasi makamnya menjadi misteri yang belum terpecahkan sejak lama.
Hasil beberapa survei geofisika baru dan studi di area sekitar memunculkan dugaan di kalangan ilmuwan bahwa makam Tutankhamun, yang dikenal sebagai KV 62, mungkin hanyalah salah satu bagian dari kompleks ruangan dan lorong.
"Jika keberadaan kompleks tersembunyi tersebut terkonfirmasi, temuan ini bisa menjadi salah satu penemuan arkeologis paling transformatif di era modern," cetus peneliti Mamdouh Eldamaty, arkeolog di Universitas Ain Shams di Kairo dan mantan Menteri Purbakala Mesir.
Sejak 2015, Nicholas Reeves, Egyptolog dan salah satu penulis studi ini, mengemukakan teori bahwa Nefertiti mungkin disemayamkan di balik dinding makam tersebut.
Makam sang raja, yang ditemukan tahun 1922 oleh tim yang dipimpin Egyptolog Howard Carter, terlampau kecil untuk ukuran makam kerajaan. Reeves sebelumnya berpendapat salah satu dinding ruang pemakaman tersebut adalah palsu, yang sering digunakan para pembangun makam Mesir kuno untuk menyembunyikan ruangan lain.
Ia menduga makam tersebut awalnya mungkin dibangun jauh lebih besar, tapi ketika Tutankhamun wafat, pintu masuknya diubah dan diperbesar untuk proses pemakamannya, sementara area yang lebih dalam ditutup rapat.
Data yang mengindikasikan adanya sesuatu yang lebih di sana, baik makam Nefertiti maupun hal lainnya yang mungkin tersembunyi di balik makam Tutankhamun adalah sangat menarik. "Siapa yang tidak akan antusias?" kata Ray Johnson, mantan direktur Institute for the Study of Ancient Cultures.
Namun, ia mengingatkan ruangan tambahan tersebut bisa jadi hanyalah ruang-ruang penyimpanan, meski penemuan semacam itu pun akan tetap luar biasa.
Kara Cooney, Egyptolog University of California, Los Angeles, menyebut kalaupun makam Nefertiti akhirnya ditemukan, kondisinya mungkin sudah tidak menyisakan banyak peninggalan berharga, mengingat banyak pakar meyakini harta karunnya digunakan ulang untuk makam Tutankhamun.
Dikutip detikINET dari People, Dewan Tertinggi Purbakala Mesir akan mengambil keputusan apakah akan mengeksplorasi ruangan-ruangan potensial tersebut, yang berjarak hanya beberapa meter dari makam sang raja-pada akhir bulan September nanti.
Jika rencana tersebut disetujui, proses pengeboran secara hati-hati untuk mengerahkan traktor-traktor miniatur yang dilengkapi kamera dapat dimulai pada bulan November.
Simak Video "Presiden Iran Samakan Israel dengan Firaun, Diyakini Bakal Hancur"
(fyk/rns)