×
Ad

Mars Ternyata Tak Selalu Merah, Ada Lanskap Ungu

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 22 Sep 2026 21:30 WIB
Foto: ESA
Jakarta -

Mars selama ini dikenal sebagai Planet Merah. Namun, citra terbaru yang dirilis Badan Antariksa Eropa (ESA) justru memperlihatkan sisi Mars yang jauh berbeda, permukaannya tampak dipenuhi warna ungu, merah muda, hingga merah seperti buah beri.

Pemandangan tak biasa itu berada di Thyles Rupes, sebuah tebing es di dataran tinggi bagian selatan Mars, tidak jauh dari kutub selatan planet tersebut. Gambar ini diambil oleh wahana Mars Express menggunakan kamera High Resolution Stereo Camera (HRSC) pada 17 Februari 2026.

Citra aslinya memiliki resolusi sekitar 65 meter per piksel dan berpusat di sekitar 69 derajat lintang selatan dan 137 derajat bujur timur. Bagi Mars yang selama ini identik dengan gurun berwarna merah kecokelatan, pemandangan tersebut memang terlihat tidak biasa.

Namun, warna ungu itu bukan berarti Mars memiliki permukaan yang benar-benar berwarna ungu seperti yang terlihat mata manusia.

ESA menjelaskan bahwa warna merah khas Mars terutama berasal dari besi yang mengalami oksidasi atau bisa dianalogikan sebagai karat yang tersebar di permukaan planet. Tetapi Mars memiliki jauh lebih banyak variasi material.

Pada bagian yang lebih gelap di citra Thyles Rupes terdapat material vulkanik yang kaya mineral mafik, termasuk olivin dan piroksen. Kedua mineral tersebut juga banyak ditemukan di mantel Bumi, lapisan batuan yang berada di bawah kerak.

Sementara itu, bagian yang lebih pucat berkaitan dengan endapan karbon dioksida beku. Es tersebut masih bertahan ketika wilayah itu dipotret pada musim semi Mars.

Jejak es juga terlihat di atas bukit pasir dan di dalam kawah. Di bagian bawah citra bahkan tampak sebagian gletser yang merupakan bagian dari lapisan es kutub selatan Mars.

Lantas, mengapa semuanya terlihat seperti warna ungu? Menurut ESA, warna ungu tersebut muncul dari kombinasi cahaya, debu, dan embun beku di permukaan Mars.

"Warna ungu seperti buah beri pada pemandangan ini disebabkan oleh campuran cahaya, debu, dan embun beku," demikian laporan ESA seperti dikutip dari Space.com.

ESA menjelaskan atmosfer Mars sangat berubah-ubah. Ketika gambar diambil, cahaya pagi yang lembut dan kemerahan berpadu dengan debu yang melayang di atmosfer, lapisan embun beku, serta bagian permukaan tempat es dan debu bercampur. Kombinasi inilah yang menghasilkan tampilan ungu mencolok.

Thyles Rupes bukan sekadar objek menarik untuk difoto. Struktur tebingnya menyimpan petunjuk tentang sejarah geologi Mars. Beberapa bagian tebing tersebut dapat mencapai ketinggian lebih dari 1 kilometer. ESA memperkirakan struktur ini terbentuk akibat proses tektonik pada masa lalu, ketika bagian-bagian kerak Mars terdorong dan salah satunya terangkat.

Proses tersebut diperkirakan terjadi miliaran tahun lalu ketika bagian dalam Mars mendingin. Pendinginan membuat planet mengalami kontraksi sehingga keraknya mengalami deformasi dan beberapa bagian terdorong ke atas.

Menariknya, Mars saat ini tidak memiliki aktivitas tektonik seperti Bumi. Artinya, tebing raksasa yang terlihat sekarang merupakan peninggalan proses geologi yang sudah berlangsung sangat lama.

Di sekitar Thyles Rupes juga terdapat banyak kawah tumbukan dan bukit pasir. Beberapa pola bukit pasir menunjukkan bagaimana angin Mars terus memindahkan material di permukaan planet.

Mars Express sendiri telah mengamati Planet Merah sejak diluncurkan pada 2003. Kamera HRSC memungkinkan ilmuwan mempelajari permukaan Mars dalam warna sekaligus tiga dimensi, membantu mengungkap bagaimana planet tersebut berubah sepanjang sejarahnya.

Jadi, meski Mars tetap layak disebut Planet Merah, citra terbaru ESA menunjukkan bahwa julukan tersebut tidak menceritakan seluruh kisah warna planet tetangga Bumi itu. Di balik permukaan merahnya, Mars ternyata menyimpan lanskap yang bisa terlihat ungu, merah muda, putih, hingga gelap, tergantung material penyusunnya dan kondisi saat gambar diambil.



Simak Video "Video: "Pelangi di Mars" Ajak Anak Berani Bermimpi "

(rns/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork