×
Ad

Kisah Dai Zheng Bawa China ke Era Roket Pakai Ulang, Saingi Elon Musk

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 16 Sep 2026 13:46 WIB
Roket reusable China. Foto: Wang Jiangbo/Xinhua
Jakarta -

Dai Zheng meninggalkan karier bergengsi di program antariksa pemerintah China demi bergabung dengan startup di 2016. Pertaruhannya membuahkan hasil dengan kesuksesan pendaratan roket swasta pertama di China yang dapat digunakan kembali.

Pada 19 Agustus 2026, roket Zhuque-3 milik startup LandSpace, lepas landas dari Dongfeng. Setelah pemisahan, pendorong tahap pertama kembali ke Bumi dan mendarat di lokasi yang ditentukan, sementara tahap kedua melanjutkan menuju orbit.

Ini pertama kali perusahaan swasta China mendaratkan tahap pertama roket kelas orbital di darat, memajukan upaya negara itu mengembangkan kemampuan yang selama ini dipelopori SpaceX milik Elon Musk.

Bagi Dai yang kini berusia 42 tahun, selaku komandan utama Zhuque-3 dan wakil manajer umum LandSpace, pendaratan itu membuktikan pertaruhannya sepuluh tahun lalu tepat.

"Manuver pengereman akhir dieksekusi sangat indah, membawa roket berhenti stabil di landasan," kata Dai kepada Xinhua.

Lahir dari orang tua guru di Provinsi Fujian, Dai mulai tertarik pada roket sejak sekolah dasar. Ia membuat roket kardus yang meluncur lebih dari 70 meter sebelum mengembangkan parasut dan kembali ke tanah.

"Saya dulu sering menatap bintang-bintang dan bertanya ada apa di atas sana. Belakangan, saya mulai memikirkan bagaimana caranya saya bisa sampai ke sana," katanya.

Usia 19 tahun, ia masuk Fakultas Teknik Kedirgantaraan Universitas Tsinghua dan kemudian meraih gelar master bidang mekanika teknik di sana. Di 2009, ia bergabung dengan BUMN China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT), pengembang utama roket di China.

Dia mengerjakan program roket Long March dan menjadi salah satu arsitek utama Long March 5, roket angkut berat pertama China.

Namun perkembangan di SpaceX mengubah pandangannya mengenai masa depan penerbangan antariksa. Desember 2015, pendorong tahap pertama roket Falcon 9 berhasil kembali ke Bumi dan mendarat tegak lurus. Terobosan ini memangkas biaya perjalanan ke luar angkasa.

Saat itu, ia bertemu pendiri LandSpace, Zhang Changwu, untuk berdiskusi tentang bagaimana roket reusable dapat mentransformasi industri. Zhang mengundangnya bergabung dengan perusahaannya. Menerima tawaran itu berarti harus melepaskan karier mapan di CALT.

"Saya memasuki sektor antariksa negara setelah lulus dan tak pernah berpikir akan keluar. Ada banyak ketidakpastian, tapi secara rasional saya tahu harus mengambil langkah itu," tuturnya.



Simak Video "Video Presiden Meksiko Geram Dikaitkan dengan Kartel Narkoba oleh Elon Musk"


(fyk/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork