Jika dilihat dari satelit atau peta digital, Barcelona tampak berbeda dari kebanyakan kota tua di Eropa. Tata kota bangunan dan jalan membentuk pola kotak-kotak yang sangat rapi, seolah dirancang menggunakan penggaris.
Padahal, Barcelona merupakan salah satu kota tertua di Spanyol yang sejarahnya telah berlangsung lebih dari dua ribu tahun. Lantas, mengapa tata kotanya bisa begitu teratur? Jawabannya bermula pada pertengahan abad ke-19, ketika Barcelona menghadapi krisis kepadatan penduduk.
Saat itu, sebagian besar warga tinggal di kawasan kota tua yang kini dikenal sebagai Gothic Quarter. Wilayah tersebut dipenuhi gang sempit yang berkelok-kelok, rumah-rumah berhimpitan, serta sanitasi yang buruk sehingga rawan penyebaran penyakit.
Pada masa itu, Barcelona masih dikelilingi tembok pertahanan sehingga ruang untuk berkembang sangat terbatas. Pertumbuhan penduduk akibat Revolusi Industri membuat kondisi kota semakin sesak dan tidak sehat.
Pemerintah akhirnya memutuskan memperluas wilayah kota setelah tembok pertahanan dibongkar. Untuk merancang kawasan baru, insinyur sekaligus perencana kota Ildefons Cerdà memperkenalkan Pla Cerdà pada 1859, sebuah konsep tata kota yang kemudian mengubah wajah Barcelona hingga sekarang.
Simak Video "Menuju dan Menikmati Keindahan Candi Sojiwan di Jawa Tengah"
(rns/fay)