×
Ad

Misteri Bola Emas Ditemukan di Laut Dalam Akhirnya Terpecahkan

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 17 Jul 2026 15:09 WIB
Foto: Live Science
Jakarta -

Hampir tiga tahun setelah membuat ilmuwan kebingungan, misteri bola emas yang ditemukan di dasar laut Alaska akhirnya berhasil dipecahkan. Benda berwarna keemasan yang sempat memicu berbagai spekulasi, mulai dari telur makhluk laut hingga organisme baru, ternyata merupakan bagian dari seekor anemon laut raksasa yang hidup di kedalaman ekstrem.

Objek tersebut pertama kali ditemukan pada 30 Agustus 2023 saat kendaraan bawah laut tanpa awak (ROV Deep Discoverer) milik NOAA Ocean Exploration menjelajahi Teluk Alaska di kedalaman sekitar 3.300 meter.

Benda berbentuk kubah berdiameter sekitar 10 sentimeter itu menempel pada batu dan memiliki sebuah lubang kecil di bagian bawahnya. Penampilannya yang tidak biasa membuat tim ekspedisi tak mampu langsung mengenalinya.

Bahkan, saat siaran langsung ekspedisi berlangsung, salah seorang peneliti sempat berkomentar, "Saya benar-benar tidak tahu benda apa itu. Saya hanya berharap saat kita menyentuhnya, tidak ada sesuatu yang keluar dari dalamnya. Rasanya seperti awal film horor."

Setelah diangkat menggunakan penyedot khusus, spesimen itu dikirim ke Smithsonian National Museum of Natural History untuk diteliti lebih lanjut. Awalnya, para peneliti menduga misteri tersebut dapat dipecahkan melalui DNA barcoding, metode identifikasi genetik yang umum digunakan. Namun hasilnya tidak meyakinkan karena sampel dipenuhi materi genetik dari berbagai mikroorganisme yang hidup menempel di permukaannya.

Di bawah mikroskop, ilmuwan juga tidak menemukan organ tubuh yang lazim dimiliki hewan. Yang terlihat hanyalah lapisan serat tebal berisi spirocyst, yakni sel penyengat khusus yang hanya dimiliki kelompok Hexacorallia, keluarga yang mencakup anemon laut dan karang batu. Temuan itu mempersempit daftar kandidat penyebab terbentuknya bola emas tersebut.

Untuk memastikan identitasnya, tim kemudian menggunakan whole-genome sequencing, teknik yang membaca keseluruhan materi genetik organisme.

Hasil analisis menunjukkan DNA benda tersebut hampir identik dengan Relicanthus daphneae, spesies anemon laut raksasa yang hidup pada kedalaman 2.400 hingga 4.400 meter.

Para peneliti menyimpulkan bahwa bola emas itu bukanlah hewan utuh maupun telur, melainkan lapisan luar (cuticle) yang pernah menjadi bagian dasar tubuh anemon saat menempel pada batu di dasar laut. Setelah terlepas, lapisan tersebut tertinggal sementara hewannya berpindah ke tempat lain.

Allen Collins, zoolog sekaligus Direktur National Systematics Laboratory NOAA Fisheries, mengatakan kasus ini jauh lebih rumit dibanding identifikasi spesimen laut pada umumnya.

"Kami menangani ratusan sampel berbeda dan awalnya saya mengira prosedur rutin akan menyelesaikan misteri ini. Namun ternyata kasus ini memerlukan keahlian dari banyak bidang, mulai dari morfologi, genetika, biologi laut dalam, hingga bioinformatika," ujarnya.

Meski identitas bola emas akhirnya terungkap, ilmuwan menilai penemuan ini justru menunjukkan betapa sedikitnya pengetahuan manusia tentang laut dalam. William Mowitt, Pelaksana Tugas Direktur NOAA Ocean Exploration, mengatakan kemajuan teknologi seperti pengurutan DNA memungkinkan semakin banyak misteri dasar laut terpecahkan.

"Dalam eksplorasi laut dalam, kami sering menemukan misteri yang memikat seperti 'bola emas' ini. Dengan teknik canggih seperti pengurutan DNA, kami kini mampu memecahkan semakin banyak misteri tersebut. Itulah alasan kami terus menjelajah laut dalam."

Relicanthus daphneae sendiri merupakan spesies yang relatif langka. Anemon ini pertama kali dideskripsikan pada 2006 dan memiliki tentakel yang dapat mencapai panjang lebih dari dua meter. Hewan tersebut hidup menempel pada batu di sekitar ventilasi hidrotermal, rembesan metana, dan dasar laut berbatu di kedalaman ribuan meter.

Bagi para peneliti, terpecahkannya misteri bola emas bukanlah akhir, melainkan awal dari pemahaman baru mengenai kehidupan di salah satu lingkungan paling ekstrem di Bumi. Laut dalam masih menyimpan ribuan spesies yang belum dikenal, dan setiap ekspedisi berpotensi menghadirkan kejutan baru.



Simak Video "Whale Cloud Bicara Transformasi Bisnis di Era AI pada BRAVO 500 Summit 2026"

(rns/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork