Senior iOS engineer sekaligus tech enthusiast membuat model Claude peramal Piala Dunia. Lewat simulasi ribuan kali, Spanyol diprediksi menang lawan Argentina.
Dilansir Medium, Kamis (16/7/2026), Divyesh Vekariya menjelaskan proses sampai akhirnya menyakini La Furia Roja bakal jadi juara. Dalam tulisannya, dia mengatakan bahwa ia menulis artikel tersebut ketika masih fase penyisihan grup.
"Saya meminta Claude untuk membuat sesuatu yang dapat diperbarui sesuai dengan data tersebut: sebuah sistem peringkat nyata untuk semua 48 tim, yang disesuaikan dengan riwayat pertandingan sebenarnya, diuji terhadap tiga Piala Dunia terakhir, dan dijalankan sebagai simulasi Monte Carlo hingga akhir babak penyisihan grup dan seluruh babak gugur 32 tim," jelasnya.
Kemudian, Vekariya meminta Claude untuk mengambil data historis, membangun sistem peringkat, memvalidasi, lalu melakukan simulasi babak. Claude lantas menulis alur data, menyesuaikan model, menjalankan 50.000 turnamen simulasi, dan menghasilkan grafik.
"Tugas saya adalah memilih apa yang akan dibangun, memeriksa kinerjanya di setiap langkah, dan memutuskan kapan suatu jawaban cukup baik untuk dipercaya," terangnya.
Dia lantas memperintahkan Claude untuk mengumpulkan setiap pertandingan internasional resmi sepakbola putera yang dapat ditemukan sejak tahun 1872, lebih dari 49.000 pertandingan. Data tersebut termasuk Piala Dunia, kualifikasi, kejuaraan kontinental, dan pertandingan persahabatan biasa.
Setiap pertandingan memperbarui peringkat tim, dengan perubahan yang diukur berdasarkan tiga hal yakni seberapa mengejutkan hasilnya, selisih kemenangan, dan seberapa penting pertandingan tersebut. Pertandingan Piala Dunia jauh lebih berpengaruh daripada pertandingan persahabatan.
Hasilnya, Spanyol dan Argentina jelas berada di atas rata-rata, sementara Prancis, Inggris, dan Portugal berada di kelompok tier dua.
Dibantu Elo
Vekariya meminta Claude untuk menjalankan alur kerja Elo yang persis sama sehari sebelum pertandingan dimulai, model Poisson, simulasi hasil melawan Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022, hanya menggunakan data yang ada pada saat itu.
Model ini memprediksi hasil pertandingan yang benar (menang, seri, atau kalah) sebanyak 62,5% pada tahun 2014, 54,7% pada tahun 2018, dan 46,9% pada tahun 2022. Rinciannya 105 prediksi yang benar dari 192 pertandingan grup dan babak gugur di ketiga turnamen tersebut, atau sekitar 55% secara keseluruhan.