Klaim mengejutkan kembali mengguncang dunia ufologi. Seorang peneliti senior yang pernah terlibat dalam program penelitian terkait UFO yang didanai CIA mengungkap bahwa pemerintah Amerika Serikat disebut telah menemukan empat jenis makhluk alien berbeda dari kecelakaan UFO.
Pernyataan kontroversial itu datang dari Dr. Hal Puthoff, ilmuwan berusia 89 tahun yang pernah menjadi penasihat program Advanced Aerospace Weapon System Applications (AAWSAP), proyek yang bekerja sama dengan CIA untuk menyelidiki fenomena udara misterius atau UAP (Unidentified Anomalous Phenomena).
Dalam wawancara di podcast The Diary of a CEO bersama Steven Bartlett, Puthoff mengatakan bahwa orang-orang yang terlibat langsung dalam proses recovery UFO meyakini ada empat tipe makhluk extraterrestrial berbeda.
"Orang-orang yang terlibat dalam recoveries mengatakan ada setidaknya empat jenis. Empat tipe terpisah," ujar Puthoff dikutip dari Unilad.
Ia mengaku tidak melihat langsung bukti tersebut, namun percaya pada sumber internal yang berbicara dengannya selama bertahun-tahun.
"Saya sendiri tidak punya akses langsung, tapi saya percaya pada orang-orang yang saya ajak bicara - empat jenis kehidupan yang berbeda," tambahnya.
Klaim ini langsung memicu perdebatan besar di media sosial dan komunitas UFO global. Banyak pihak penasaran mengenai seperti apa bentuk keempat alien tersebut.
Menurut laporan New York Post yang mengutip astrofisikawan Eric Davis, empat jenis alien yang dimaksud adalah Grays, Nordics, Insectoids, dan Reptilians.
Grays menjadi tipe alien yang paling populer dalam budaya pop. Mereka digambarkan bertubuh kecil, berkepala besar, botak, dan memiliki mata hitam besar seperti yang sering muncul di film Hollywood.
Nordics disebut memiliki penampilan paling mirip manusia. Mereka digambarkan tinggi, berwajah humanoid, dan memiliki fisik menyerupai manusia Eropa Utara.
Sementara Reptilians disebut memiliki karakteristik kulit bersisik seperti reptil, meski tetap berbentuk humanoid dengan dua tangan dan dua kaki.
(afr/afr)